Cegah Bullying, SMPN 1 Sukamulya Terapkan Gerakan Rukun Sama Teman

Cegah Bullying, SMPN 1 Sukamulya Terapkan Gerakan Rukun Sama Teman
SMPN 1 Sukamulya, jalankan Gerakan rukun sesama teman untuk mencegah adanya bullying di sekolah. Foto: Randy/Bantenekspres.co.id

SUKAMULYA,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 1 Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, terus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik. Salah satu upaya nyata yang dilakukan yakni dengan menerapkan Gerakan Rukun Sama Teman sesuai instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai langkah pencegahan terhadap praktik perundungan atau bullying di sekolah.

Gerakan ini diimplementasikan dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Sejak pagi hari, siswa dibiasakan untuk saling menyapa, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta membangun komunikasi yang positif antar sesama teman.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya di dalam kelas, nilai-nilai kerukunan juga diterapkan saat kegiatan istirahat, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kegiatan keagamaan dan kebersamaan.

Kepala SMPN 1 Sukamulya Agus Sulistiyono mengatakan, bahwa Gerakan Rukun Sama Teman merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk sikap dan perilaku siswa agar saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Gerakan Rukun Sama Teman ini kami terapkan secara konsisten sebagai tindak lanjut dari instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuannya jelas, yaitu mencegah terjadinya bullying dan menciptakan suasana sekolah yang aman serta nyaman bagi seluruh siswa,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 11 Januari 2026.

Agus menambahkan, bullying dapat berdampak besar terhadap psikologis dan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa itu sendiri.

“Kami tidak ingin ada satu pun siswa yang merasa takut datang ke sekolah. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan, tempat untuk belajar, berkembang, dan bersosialisasi secara sehat. Dengan rukun sama teman, siswa diajarkan untuk saling menghargai, tidak mengejek, tidak mengucilkan, dan tidak melakukan kekerasan baik secara fisik maupun verbal,” paparnya.

Agus menyampaikan, bahwa pihak sekolah secara rutin memberikan edukasi kepada siswa terkait bahaya bullying dan pentingnya empati. Materi tersebut disampaikan melalui kegiatan apel, pembinaan wali kelas, bimbingan konseling, hingga diskusi di dalam kelas.

“Kami selalu mengingatkan kepada anak-anak bahwa perbedaan adalah hal yang wajar. Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari situlah nilai saling menghormati dan tolong-menolong harus tumbuh,” katanya.

Selain itu, guru-guru di SMPN 1 Sukamulya juga diminta untuk menjadi teladan dalam bersikap dan bertutur kata. Menurut Agus, contoh nyata dari pendidik sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.

“Guru harus menjadi role model. Ketika guru menunjukkan sikap saling menghargai dan berkomunikasi dengan baik, siswa akan menirunya. Ini adalah bagian penting dari Gerakan Rukun Sama Teman,” ungkapnya.

Agus Sulistiyono berharap, melalui penerapan gerakan ini, budaya positif dapat tumbuh dan mengakar di lingkungan sekolah. Ia juga mengajak orang tua untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak di rumah agar nilai-nilai kerukunan yang ditanamkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pencegahan bullying tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah. Perlu dukungan orang tua dan masyarakat. Kami berharap Gerakan Rukun Sama Teman ini menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat,” tutupnya. (*)

Pos terkait