Wali Kota Serang Budi Rustandi Soroti Data Bansos Bermasalah

Wali Kota Serang, Budi Rustandi saat memberikan bantuan sosial kepada 153 ojol Kota Serang, Rabu 17 Desember 2025.

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmennya memperbaiki tata kelola bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Hal itu disampaikan saat pertemuan kedua dengan para pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serdadu Wali Kota, Rabu 17 Desember 2025, di halaman Aula Setda Kota Serang.

Budi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan para ojol yang sebelumnya ia temui secara spontan usai rapat. Saat itu, para pengemudi mengeluhkan persoalan data bantuan sosial yang dinilai tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami melakukan pertemuan dengan para Ojol Serdadu warga Kota Serang. Mereka mengeluhkan persoalan data. Ini aspirasi yang langsung saya tindak lanjuti,” kata Budi.

Ia menegaskan, prinsip kepemimpinannya adalah merespons cepat persoalan masyarakat tanpa menunda-nunda. Karena itu, ia langsung menghubungi Kepala Dinas Sosial Kota Serang untuk segera menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Kalau bisa hari ini, ngapain kita tunda besok. Ini pertemuan kedua dengan seluruh ojol, dan hari ini langsung kita berikan bantuannya,” ujarnya.

Budi juga menyoroti persoalan data bantuan sosial yang dinilai masih bermasalah karena bersifat berulang tanpa pembaruan. Menurutnya, masih banyak data penerima yang tidak relevan, seperti warga yang sudah meninggal atau sudah tergolong mampu namun masih tercatat sebagai penerima.

“Data yang kita terima itu selalu copy paste yang lama. Ini yang saya minta diperbaiki secara real, bukan hanya formalitas,” tegasnya.

Ia bahkan berencana audiensi Kementerian Sosial untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut secara langsung. Budi menilai, perbaikan data bansos merupakan tanggung jawab bersama agar kebijakan Presiden dalam menyejahterakan rakyat tidak terhambat di level teknis.

“Jangan sampai niat baik Presiden tidak sampai ke masyarakat hanya karena oknum yang bekerja tidak maksimal. Yang jadi korban adalah warga yang seharusnya menerima,” ucapnya. (*)

Reporter: Aldi Alpian Indra

Pos terkait