Pengurus Forum Anak Kota Tangsel Periode 2025-2027 Dikukuhkan

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan melantik pengurus Forum Anak Kota Tangsel periode 2025-2027 di Aula Blandongan Balai Kota. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Forum anak tingkat Kota Tangsel periode 2025-2027 dikukuhkan. Pengukuhan dipimpin Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan di aula Blandongan, Rabu, 17 Desember 2025.

Ghailaan Akmal, siswa SMAN 2 Kota Tangsel didapuk sebagai Ketua Forum Anak Kota Tangsel periode 2025-2027. Forum anak yang dilantik berasal dari Forum Anak Kota Tangsel, Forum Anak tingkat kecamatan, serta Forum Anak tingkat kelurahan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel Cahyadi mengatakan, pengukuhan forum anak merupakan bentuk pengakuan dan penguatan secara resmi terhadap keberadaan serta kepengurusan Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan di Kota Tangsel.

“Melalui pengukuhan ini, Forum Anak diharapkan memiliki kedudukan yang jelas, terstruktur dan berkelanjutan dalam menjalankan peran serta fungsi strategisnya,” ujarnya, Rabu, 7 Desember 2025.

Cahyadi menambahkan, selain itu sekaligus memperkuat komitmen Pemda alam pemenuhan dan perlindungan hak anak. Diman tujuan pengukuhan forum anak adalah untuk mendorong partisipasi anak dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan yang ramah anak.

Menjadi sarana penyaluran aspirasi, pengembangan kreativitas, dan inovasi anak secara positif dan berkelanjutan. Meningkatkan peran serta anak sebagai pelopor dan pelapor di Kota Tangsel.

“Membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta partisipasi aktif anak dalam kehidupan bermasyarakat dan mendukung terwujudnya Kota Layak Anak di Kota Tangsel,” tambahnya.

Sementara itu, Bunda Forum Anak Kota Tangsel Tini Indrayanthi Benyamin Davnie mengatakan, Forum Anak merupakan wadah strategis bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi, menyampaikan hak dan perlindungan anak, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang ramah anak.

“Keberadaan Forum Anak Kota Tangsel diharapkan mampu memastikan suara anak didengar dan dihargai, baik oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Tini menambahkan, Forum Anak juga memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara anak-anak dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, Forum Anak berperan sebagai motivator dan fasilitator yang mendorong anak-anak untuk berani berpikir, bersuara, bertindak, dan berkontribusi secara positif. “Tidak kalah penting, Forum Anak menjadi pengawal pemenuhan hak anak, agar setiap kebijakan dan program pembangunan senantiasa memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak, khususnya di Kota Tangsel,” tambahnya.

Wanita berkerudung tersebut berharap, anak-anak semua dapat menjalankan perannya sebagai pelapor dan pelopor, sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak dalam menolak perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Jadilah agen perubahan yang mengajak teman-temannya untuk membangun perilaku positif dan menjunjung tinggi nilai saling menghargai,” jelasnya.

Sebagai pelapor, anak-anak juga harus berani melaporkan apabila melihat atau mengalami kekerasan terhadap anak, pelanggaran hak anak, maupun situasi yang membahayakan tumbuh kembang anak, termasuk dalam lingkungan digital.

Pengukuhan ini bukanlah sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari amanah dan tanggung jawab besar sebagai wakil anak-anak Kota Tangsel.

“Jadilah anak-anak yang kritis, berani menyampaikan pendapat, dan menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan masing-masing. Jadikan Forum Anak sebagai ruang belajar kepemimpinan, kebersamaan dan kepedulian sosial,” jelasnya.

Tini juga menekankan pentingnya pencegahan segala bentuk kekerasan, khususnya di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.

“Kekerasan dalam bentuk apapun baik fisik, verbal, maupun di dunia digital tidak dapat dibenarkan dan harus kita cegah bersama. Melaporkan kekerasan bukanlah tindakan mengadu, melainkan bentuk keberanian dan kepedulian untuk melindungi diri sendiri serta teman-teman,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Forum Anak merupakan wadah partisipasi anak untuk menyuarakan pendapat, aspirasi, serta ide-ide kreatif dalam proses pembangunan daerah.

“Keterlibatan anak dalam pembangunan bukanlah sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari proses demokrasi serta bentuk pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi secara bermakna” ujarnya.

Pilar berharap, Forum Anak Kota Tangsel dapat dilibatkan secara lebih aktif dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Tidak menutup kemungkinan kedepan akan dilaksanakan Musrenbang Anak, sehingga program-program Pemkot Tangsel dan khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia anak dan penguatan layanan anak-dapat disusun secara lebih tepat sasaran.

“Ini penting karena adik-adiklah yang merasakan langsung kondisi di lapangan. Terkadang kami melihat dari sudut pandang orang dewasa, dari kejauhan. Sementara anak-anak memiliki perspektif yang berbeda, sesuai dengan zamannya, kebutuhannya, serta tantangan yang dihadapi sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkot Tangsel saat ini telah membuka ruang partisipasi anak melalui berbagai tingkatan, mulai dari tingkat keluarga, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.

Forum Anak diharapkan dapat menjadi penggerak utama partisipasi anak yang aktif, baik melalui organisasi maupun kegiatan lainnya, seperti bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, lingkungan dan lain sebagainya.

“Forum Anak tidak hanya hadir, tetapi juga duduk bersama, berdiskusi, dan bertanggung jawab menyampaikan suara serta masukan anak-anak,” tuturnya. (*)

Reporter: Tri Budi

Pos terkait