Pengelola Agrowisata Cikapek Lebak Harus di Tangan Profesional

Pengelola Agrowisata Cikapek Lebak Harus di Tangan Profesional
Area agrowisata Cikapek di Kecamatan Leuwidamar ditargetkan akhir tahun ini selesai, Minggu 7 Desember 2025. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten membentuk lembaga pengelola Agrowisata Cikapek, di Desa Lebakparahiang, Kecamatan Leuwidamar.

Namun, Pemkab Lebak akan melakukan kajian akademik terlebih dahulu, agar pengelola agrowisata Cikapek ini nantinya betul-betul ditangan yang tepat dan profesional dalam pengelolaannya.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak Luli Agustiana mengatakan, kajian akademik oleh akademisi dipandang sangat penting untuk menjadi landasan membentuk pengelola Agrowisata yang memiliki luas area 52 hektar tersebut.

“Sebagai dasar untuk memilih siapa saja orang didalamnya, kami minta kajian dari pihak akademisi. Mereka nanti mengeluarkan rekomendasi sebagai pertimbangan kami,” kata Luli Agustina, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Minggu 7 Desember 2025.

Menurutnya, lembaga yang dibentuk dalam waktu dekat ini akan menjadi perintis untuk menentukan pengelola Agrowisata Cikapek.

“Jadi lembaga pengelola ini akan menjadi perintis, artinya mengantarkan ke proses pembentukan pengelolaannya. Apakah itu nanti Otorita, BUMDes, atau BLUD,” ujarnya.

Luli berharap, struktur kelembagaan pengelola sudah bisa terisi pada akhir bulan Desember tahun ini. Salah satu dari sekian tugasnya, lembaga yang dibentuk akan menjadi penghubung bagi investor yang tertarik berinvestasi di Agrowisata Cikapek.

“Lembaga ini juga memastikan keberlangsungan sarana dan prasarana yang pemerintah daerah bangun. Sampai kita menunjuk pengelola, maka lembaga ini yang mengawal dan jadi yang terdepan ketika ada investor yang tertarik,” jelasnya.

Amir Hamzah, Wakil Bupati Lebak menyatakan, kawasan agro­wisata ini digagas agar Kabu­paten Lebak memiliki nilai tambah bagi pengembangan potensi ekonomi lokal, dengan melibatkan masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan ekonomi kreatif.

“Agrowisata Cikapek ini di­nilai strategi karena berada di jalur menuju wisata ung­gul­an Lebak, yakni Saba Bu­daya Baduy, dan bisa menjadi alternatif berwisata bagi wi­satawan,” paparnya.

Amir juga berharap, Agrowisata Cikapek dapat segera rampung, sehingga Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata baru berbasis agricultural.

“Selain itu hadirnya Agro­wisata Cikapek juga diha­rap­kan dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi ma­syarakat dan menambah pendapatan lokal Kabupaten Lebak,” ucap Amir.(*)

Pos terkait