TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Akurasi data penyandang difabel akan mempengaruhi kualitas pelayanan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang. Untuk itu, dinsos menggelar Workshop Integrasi Data Penyandang Difabel, Jumat (21/11/2025).
Workshop digelar Dinsos Kota Tangerang Bersama Yayasan Difabel Mandiri Indonesia (YDMI). Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani menyampaikan, kualitas layanan kepada penyandang difabel tidak hanya bergantung pada program. Tetapi juga pada validitas data yang digunakan.
Sehingga, Kota Tangerang dapat memiliki data yang valid untuk menentukan kebijakan layanan yang lebih tepat untuk para difabel. “Pendataan yang akurat adalah kunci menciptakan pelayanan yang tepat sasaran dan berkeadilan. Integrasi data harus menjadi fondasi layanan disabilitas di Kota Tangerang,” kata Mulyani.
Workshop ini berfokus pada peningkatan keselarasan data penyandang difabel melalui paparan teknis, diskusi kelompok, serta penyusunan rekomendasi untuk memperkuat mekanisme pendataan terpadu di Kota Tangerang.
“YDMI juga menegaskan komitmen kolaboratif dalam menghadirkan layanan sosial yang menghargai hak dan keberagaman penyandang disabilitas,” ujarnya.
“Integrasi data memungkinkan pemerintah dan masyarakat bergerak bersama dalam memastikan penyandang difabel mendapatkan layanan yang lebih responsif dan ramah inklusi,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Dinsos Kota Tangerang dan YDMI menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola layanan sosial yang berkelanjutan, inklusif, serta menjunjung tinggi prinsip kesetaraan bagi seluruh penyandang disabilitas di Kota Tangerang.
Sementara itu pada momen Hari Pahlawan 10 November lalu, Dinsos Kota Tangerang memberikan penghargaan kepada para penyandang difabel serta para pejuang bangsa.
Secara simbolis, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyerahkan bantuan alat bantu bagi penyandang difabel dan santunan untuk para veteran, Senin (10/11). Mulyani menjelaskan, bantuan bersumber dari APBD perubahan tahun 2025, yang terdiri dari kursi roda standar untuk 66 orang, kursi roda CP untuk tiga orang, kursi roda 3 in 1 untuk enam orang, alat ABD untuk 40 orang, kaki palsu untuk 10 orang, tongkat untuk satu orang, serta walker untuk tiga orang penerima manfaat. (adv)












