Permainan Tradisional, Salah Satu Budaya Indonesia Yang Harus Dilestarikan

Siswa SDN Rempoa 3, saat bermain permainan tradisional sebagai salah satu program P5. Foto: Randy/Bantenekspres.co.id

CIPUTATTIMUR,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka memperkenalkan permainan tradisional kepada siswa, SDN Rempoa 3 mengajak siswa untuk bermain permainan tradisional yang saat ini sudah sangat jarang di mainkan oleh siswa.

Permainan tradisional tersebut dikenalkan sebagai salah budaya Indonesia, dan harus di lestarikan dan di perkenalkan oleh siswa. Sehingga, siswa tahu bahwa di Indonesia ada permainan tradisional yang bisa mereka mainkan dan tidak kalah serunya dengan permainan modern yang saat ini banyak di mainkan di handphone.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Rempoa 3 Nenden Harianti mengatakan, bahwa permainan tradisional adalah permainan khas Indonesia yang wajib siswa ketahui. Karena, memang permainan tradisional adalah salah satu warisan budaya yang harus di lestarikan.

“Permainan tradisional ini adalah warisan budaya Indonesia yang harus kita kenalkan kepada siswanya, agar siswa tahu bahwa ada permainan Indonesia yang bisa dimainkan. Pengenalan mainan tradisional adalah program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id di halaman sekolah, Rabu 19 November 2025.

Nenden menambahkan, bahwa pihaknya juga sangat senang melihat para siswa memainkan permainan tradisional, karena permainan tersebut adalah kenangan yang pernah dia mainkan oleh temannya saat masih kecil.

“Permainan tradisional banyak kemenangan, sehingga saat siswa main seperti congklak saya ingat dulu bermain dengan teman sekolah saat istirahat bermain congklak. Jadi, permainan tradisional adalah permainan yang banyak kenangan,”paparanya.

Ia menjelaskan, para siswa juga terlihat kompak dan semangat, karena permainan tradisional tersebut menekankan kekompakan, kreativitas, dan juga teknik untuk bisa menang. Maka itu, permainan tradisional sangat baik dimainkan oleh para siswa.

“Di permainan tradisional, siswa bisa kompak karna memang dimainkan per kelompok. Sehingga, bisa membuat kekompakan siswa dan juga bisa melatih kepekaan siswa saat bermain permainan tradisional,”tutupnya. (*)

 

Pos terkait