Pemkab Serang Akan Tangani Stunting Dengan Keroyokan

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menandatangani berita acara penanganan stunting, pada acara publikasi penanganan stunting, di aula TB Suwandi Pemkab Serang, Kamis 13 November 2025. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, akan melakukan penanganan stunting dengan cara keroyokan, melibatkan semua OPD, Forkompinda, akademisi, unsur kesehatan dan lainnya.

Hal itu dilakukan, untuk berkolaborasi menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang, yang kini capaiannya sudah bagus dari 24 persen turun menjadi 20 persen.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, upaya penanganan stunting tentu sangat penting dilakukan, supaya Kabupaten Serang tidak ada lagi anak yang terlahir dengan kondisi stunting.

Adapun caranya, tentu harus dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh unsur mulai dari, pemerintah, Forkompinda, akademisi, unsur kesehatan dan lainnya yang terkait.

“Penanganan stunting ini, harus dirembukkan bersama ditangani oleh semuanya, diharapkan ini nanti kedepannya kolaborasi stunting semakin masif. Tujuannya, tentu untuk menurunkan angka stunting di kabupaten serang,” katanya kepada wartawan usai acara publikasi penanganan stunting, di aula TB Suwandi Pemkab Serang, Kamis 13 November 2025.

Najib mengatakan, sejauh ini penanganan stunting di Kabupaten Serang dirasanya sudah cukup bagus, sebab capaiannya menurun dari 24 persen turun menjadi 20 persen.

Sehingga, di tahun selanjutnya bisa lebih dimaksimalkan penanganannya, agar Kabupaten Serang bisa zero stunting.

“Sinergi dengan berbagai pihak sudah bagus, tinggal lebih diperkuat dan dimaksimalkan saja, supaya Kabupaten Serang tidak ada lagi anak yang terlahir dengan kondisi stunting,” ujarnya.

Dikatakan Najib, penanganan stunting bukan hanya selesai dengan makanan bergizi, namun bisa dengan memberikan edukasi ke masyarakat khususnya ibu hamil untuk menjaga kesehatan anak selama masa kehamilannya.

Dengan seperti itu, mereka akan mengetahui apa saja yang diperbolehkan atau tidak untuk mencegah anaknya terlahir dengan kondisi stunting.

“Stunting itu, tidak hanya semata-mata makanan bergizi, tetapi akan kita kedepankan perkuat juga aspek penyuluhan edukasi untuk pencegahan. Sehingga, harus dilakukan bersama-sama semua harus kompak,” ucapnya. (*)

 

Pos terkait