CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel menggelar pelatihan pencegahan dan pemadaman kebakaran kepada warga Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kamis 13 November 2025.
Pelatihan digelar di Aula Kelurahan Sawah Baru. Selain pelatihan pemadaman api, warga juga dilatih menangkap ular dan tanggap darurat.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri atau yang akrab disapa Adam menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program usulan masyarakat yang dihimpun melalui musrenbang kelurahan dan kecamatan.
“Program ini berasal dari usulan Kelurahan yang ditampung oleh Kecamatan. Item bantuan untuk warga ada tiga jenis, yaitu satu unit perahu karet, 43 unit APAR, dan 25 grab stick atau stik ular,” jelas Adam.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga langsung disertai praktik lapangan. Tim rescue Damkar bahkan menyiapkan ular piton dan kobra untuk demonstrasi penangkapan menggunakan tongkat ular.
“Harapannya masyarakat bisa langsung mempraktikkan secara teknis. Kalau ada kebakaran atau ular, mereka tidak panik dan bisa melakukan langkah awal sebelum tim Damkar datang,” ujarnya.
Adam juga menjelaskan bahwa masyarakat diajarkan berbagai teknik penanganan situasi darurat, mulai dari menghadapi kebakaran, binatang berbahaya, hingga serangan tawon.
“Kalau ada ular besar misalnya, cukup diawasi dulu dari jauh sambil lapor ke Damkar. Insya Allah 15 menit kami sampai,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Sawah Baru, Muslim, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Tangsel melalui Damkar yang telah menindaklanjuti usulan masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangsel yang sudah menyetujui usulan kami. Alat-alat ini akan kami distribusikan ke wilayah yang rawan, seperti APAR dan tongkat ular untuk setiap RT yang membutuhkan,” kata Muslim.
Menurutnya, wilayah Sawah Baru memang memiliki beberapa titik rawan, baik terhadap banjir maupun kemunculan hewan liar.
“Di sekitar Villa Mutiara kerap tergenang banjir walaupun sebentar. Lalu beberapa wilayah lain itu sering ditemukan ular karena masih banyak area hutan dan lahan kosong,” ungkapnya.
Muslim berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana maupun situasi darurat di lingkungannya.
“Semoga alat dan ilmu yang diberikan hari ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga keselamatan warga,” pungkasnya. (*)










