KOTA TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai Pemkot Tangerang sukses mengendalikan penyakit Tuberkulosis (TBC). Mampu mendeteksi penyeberan TBC dalam jumlah besar. Juga sukses menyembuhkan 92 persen pasien TBC. Capaian ini tertinggi di Banten dan pantas menjadi percontohan nasional dalam penanganan TBC.
“Keberhasilan menangani TBC dimulai dari deteksi dini dan pengobatan tuntas pasien TBC di Banten, khususnya di Kota Tangerang pantas menjadi percontohan nasional. Saya mengapresiasi kerja keras jajaran Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Kota Tangerang, karena menemukan kasus TBC bukan hal mudah. Apalagi memastikan pengobatannya tuntas. Banten telah menunjukkan komitmen yang luar biasa,” kata Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus saat kunjungan ke Pemkot Tangerang.
Kedatangannya ke Pemkot Tangerang untuk memonitor upaya pengentasan TBC. Dalam kunjungan itu tim Kemenkes disambut Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dan para pejabat Pemkot Tangerang. dr. Benjamin Paulus Octavianus terkesima dengan program, 104 kelurahan Siaga TBC yang dijalankan Wali Kota Sachrudin.
Ia menilai program ini mampu mendeteksi banyak penderita TBC. “Program 104 Kelurahan Siaga TB di Kota Tangerang ini sangat luar biasa. Dinas Kesehatan dan pemerintah kota mampu melakukan skrining secara optimal. Sehingga target penemuan kasus TBC di Kota Tangerang mencapai 122 persen dan sukses melampaui target nasional sebesar 95 persen. Ini menjadi capaian tertinggi di Banten. Kami berharap model seperti ini dapat diterapkan di seluruh daerah pada tahun 2026,” kata dr. Benjamin Paulus Octavianus.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh kabupaten/kota di Banten yang terus memperkuat sistem pelaporan dan penelusuran kontak pasien TBC. “Kami memastikan mekanisme skrining, pelaporan, dan tracing berjalan aktif di seluruh fasilitas kesehatan. Ini adalah hasil kerja nyata para petugas dan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan lingkungan,” kata Gubernur Andra Soni.
Sementara Wali Kota Tangerang Sachrudin, menambahkan bahwa keberhasilan program pemberantasan TBC di wilayahnya tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat melalui Kelurahan Siaga TB dan inovasi Ransel TBC. “Melalui Ransel TBC, masyarakat dapat melakukan skrining mandiri. Kami juga gencar melakukan sosialisasi di sekolah, pasar, hingga lembaga pemasyarakatan. Dengan deteksi dini, penanganan bisa lebih cepat dan pengobatan segera dimulai,” kata Sachrudin.
Berdasarkan data tahun 2024, sebanyak 92 persen pasien TBC di Kota Tangerang berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan. Capaian ini didukung oleh berbagai inovasi, di antaranya aplikasi Ransel TBC yang memungkinkan masyarakat melakukan skrining mandiri menggunakan alat X-Ray. Serta program Kader ASMARA TBC — para kader yang secara aktif mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang luput dari deteksi TBC. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi soal kepedulian antarwarga. Bersama, kami siap menuntaskan TBC dari Kota Tangerang,” tegas Sachrudin. (adv)











