PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID –
Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang kerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel. Kerjasama yang dilakukan adalah pelatihan pemadaman api menggunakan media kain karung goni basah dan alat pemadam api ringan (APAR).
Pelatihan tersebut diikuti anggota relawan pemadam kebakaran (Redkar), Karang Taruna dan Kelompok Sadar Kamtibmas (KSK) se-Kelurahan Pondok Benda.
Lurah Pondok Benda Udin Saat mengatakan, simulasi tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran dilingkungan tempat tinggal atau di lingkungan kerja.
“Simulasi ini juga dapat mengaplikasikan teknik penanggulangan dan pemadaman kebakaran berdasarkan media pemadaman sederhana dengan menggunakan kain goni basah atau kain basah,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Jumat, 31 Oktober 2025.
Udin Saat menambahkan, banyak faktor yang bisa mempercepat terjadinya bahaya api atau kebakaran. “Faktor ini biasanya kurang diperhatikan karena, upaya pencegahan kebakaran lebih mudah dan lebih murah kalau dibandingkan upaya penanggulangannya.,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pondok Benda Idris mengatakan, anggota redkar, KSD dan Karang Taruna yang mengikuti pelatihan berjumlah 70 orang. “Sebelum praktek terlebih dahulu peserta diberikan materi yang disampaikan oleh petugas Damkar dan BPBD,” ujarnya.
Idris berharap, dengan pelatihan tersebut masyarakat memiliki keahlian terkait cara memadamkan air saat terjadi kebakaran. “Diharapkan kalau terjadi kebakaran peserta ini bisa mengatasi api dengan alat seadanya sampau petugas damkar tiba,” tambahnya.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Analis Kebakaran Muda pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Cecep Iswadi mengatakan, masyarakat diberikan materi dan simulasi atau teknik pemadaman kebakaran dengan menggunakan alat tradisional, yakni pakai karung goni basah
Simulasi yang dilakukan adalah bila terjadi kebakaran kompor saat kita sedang memasak atau terlupa dan wajan atau penggorengan sampai keluar api. “Lantaran hanya simulasi, maka wajan diganti dengan drum yang telah diisi dengan bahan bakar,” tambahnya.
Cecep menambahkan, masyarakat banyak yang salah karena langsung menyiram wajan yang terbakar menggunakan air. Pasalnta, api yang sudah ada di wajan itu otomatis panas dan air mengandung oksigen dan itu bisa membuat apa jadi semakin besar.
Sehingga untuk memadamkan api harus menggunakan kain atau karung yang telah dibasahi dan ukurannya harus kebih besar dari wajan.
Menurutnya, teknik cara memegang kain juga harus dipastikan tangan tertutup. Lalu tutup perlahan dan pastikan api padam dengan cara menepuk-nepuk bagian tengah kainnya supaya keluar asap putih dan bertinya proses pembakaran selesai,” tutupnya. (*)











