SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, bakal melakukan uji coba pada program liga desa fiskal, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah ditingkat desa dalam sektor pajak daerah.
Uji coba program liga desa fiskal diawali untuk satu desa satu kecamatan, artinya ada 29 desa yang akan dilakukan uji coba yang hitungannya per objek pajak, masuk ke dalam realisasi pajak dan akan berdampak ke Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) desa.
Kepala Bapenda Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha mengatakan, sistem liga desa fiskal ini sudah dibuatnya hanya tinggal dilakukan uji coba, namun akan melihat dahulu trend retribusi pajak di triwulan kedua.
Tujuannya supaya bisa mengambil sampel satu desa, untuk kemudian bisa dijadikan simulasi dahulu, karena hitungan perobjek pajak yang masuk ke dalam realisasi itu akan berdampak kepada biaya BHPRD.
“Komponen apa yang mau kita masukkan sebagai dasar daripada desa itu bisa menggali potensinya, karena setiap desa punya kekuatan yang berbeda. Jadi kita petakan dulu kemana fokusnya, kalau misalnya ke BHPRD berarti seluruh objek pajak yang kemudian dikenakan pajaknya untuk peningkatan pendapatan desa,” katanya, Kamis 4 Juni 2026.
Farhan mengatakan, tujuannya program liga desa fiskal untuk meningkatkan pendapatan asli daerah serta, menggerakkan seluruh desa untuk bisa memperdayakan potensinya masing-masing.
Karena ketika desa bisa dikembangkan tentu akan melahirkan potensi desanya, bisa menjadi tempat wisata, maupun tempat usaha lainnya, yang dapat juga mendatangkan para investor agar bisa menanamkan modalnya di desa.
“Kita melihat bahwa saat ini pembangunan daerah dimulainya dari desa, maka ini berbanding lurus dengan apa yang menjadi keinginan pemerintah daerah. Dengan begitu, BHPRD nya pasti akan meningkat dan ketika BHPRD meningkat, desa pasti akan sejahtera,” ujarnya.
Dikatakan Farhan, program liga desa fiskal akan dilakukan uji coba terlebih dahulu, nantinya satu kecamatan mengirimkan satu desa potensialnya untuk menjadi bagian dari liga desa fiskal.
Apabila dalam perjalanannya dirasa cukup baik, tentunya akan melibatkan seluruh desa untuk ikut serta dalam liga desa fiskal.
“Kita akan uji coba dulu satu kecamatan satu desa berarti ada 29 desa, ini bagian dari mengatasi rendahnya penyaluran pajak di desa. Jadi biar desa bergerak semua, pemuda desa semuanya bergerak melihat potensi, dan kepala desanya itu berinovasi, bertransformasi untuk memudahkan proses pembayaran dengan sistem digitalisasi,” ucapnya. (*)










