LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Siswa SMK Al-Ansor, Kecamatan Legok, menuntut kepala sekolah untuk menyelesaikan permasalah yang ada di sekolah. Para siswa menuntut kepala sekolah, karena ada beberapa hal yang tidak di selesaikan sehingga kegiatan sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut para siswa, kepala sekolah melakukan penahan dana Program Indonesia Pintar (PIP), pungutan biaya ujian sebesar Rp 3,5 juta per siswa, dan juga tidak merapikan fasilitas sekolah sehingga siswa tidak bisa belajar dengan baik dan jarangnya guru untuk datang mengajar ke sekolah.
Ahmad salah satu siswa SMK Al-Ansor mengatakan, dirinya bersama teman-temannya menuntut kepada kepala sekolah untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di sekolah, kepala sekolah harus bertanggungjawab atas kondisi sekolah dan juga semua hak siswa harus di penuhi selayaknya sekolah pada umumnya.
“Kami meminta kepada kepal sekolah bertanggungjawab atas permasalahan yang saat ini terjad, permasalahan yang harus di selesaikan adalah masalah dana PIP, sarana dan prasarana sekolah dan juga tanggungjawab guru yang mengajar harus sesuai dengan jadwal mata pelajaran. Masa, kita sekolah seperti ini guru tidak ada kelas juga rusak dan tidak ada meja serta bangku,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id saat ditemui di halaman sekolah, Senin 20 Oktober 2025.
Ahmad menambahakan, jumlah siswa di SMK AI-Anshor sangat sedikit. Saat ini kelas 10 tidak ada murid, kelas 11 hanya berjumlah 4 orang, dan kelas 12 sebanyak 26 orang. Dan parahnya, guru cuma satu yang datang dan tidak ada guru yang mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang ada.
“Kami ingin pendidikan yang layak, masa kami sekolah bayar tapi kami tidak mendapatkan perhatian dan fasilitas yang layak seperti bagaimana semestinya sekolah. Apalagi, kami punya rapot tidak ada raport kelas hanya selembar kertas dan katanya nanti akan dijadikan raport berbentuk fisik. Ini kesalahan kepala sekolah, jadi kami meminta kepada kepala sekolah untuk bertanggungjawab,”paparnya.
Sementara itu, Nurul salah satu orangtua siswa menjelaskan, bahwa orangtua dan kepala sekolah sempat melakukan pertemuan di salah satu rumah orangtua siswa untuk menanyakan masalah dana PIP dan juga masalah lainnya di sekolah. Tetapi, kepala sekolah menyebutkan bahwa dan PIP tidak boleh di cairkan oleh siswa dan dana PIP untuk kepentingan sekolah jadi sekolah yang mengatur.
“Kami sempat melakukan pertemuan di salah satu rumah siswa, disana ada beberapa orangtua siswa dan juga para siswa yang menanyakan PIP. Tetapi, kepala sekolah tetap pada pendiriannya bahwa PIP tidak bisa di cairkan oleh siswa. Seharusnya, dana PIP siswa yang megang kenapa sekolah yang mengelola dan ini menjadi pertama besar kami,”ungkapnya.
Bantenekspres.co.id mencoba mengkonfirmasi ke kepala sekolah SMK Al-Ansor, akan tetapi kepala sekolah tidak ada di tempat. Para siswa juga menuntut kepada kepala sekolah agar selesaikan permasalahan. Anggota kepolisian juga terlihat menjaga sekolah agar menjaga kondisi tetap kondusif. (*)








