Serapan Penggunaan APBD Tangsel Capai 56,6 Persen

Sekda Kota Tangsel Bambang Noertjahjo. Dok. Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Penggunaan APBD Kota Tangsel 2025 saat ini memasuki triwulan keempat. Namun, sampai 20 Oktober 2025 serapan penggunaan APBD di kota termuda di Provinsi Banten tersebut masih terbilang rendah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, APBD murni Kota Tangsel tahun ini sebesar Rp4,8 triliun. Sedangkan APBD perubahan 2025 sebesar Rp5,025 triliun.

Bacaan Lainnya

“Namun, hingga 20 Oktober 2025 serapan penggunaan APBD masih terbilang kecil, yakni 56,6 persen,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 20 Oktober 2025.

Pria yang biasa disapa Bambang Apul tersebut menambahkan, paling besar serapan penggunaan APBD ada di OPD yang biasanya bukan OPD kontsruksi. “Kalau OPD konstruksi seperti kita tahu patternnya kalau sekarang ini menunggu progres dan biasanya diujung-ujung tahun akan tinggi serapannya,” tambahnya.

Menurutnya, masih kecilnya serapan penggunaan APBD di OPD konstruksi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya kemarin ada kondisi keterlambatan karena adanya perubahan berkaitan sistem pengadaan barang jasa.

“Mudah-mudahan sih akhir bulan sudah signifikan karena sudah pada jalan,” jelasnya.

Bambang Apul mengungkapkan, pihaknya melakukan efisiensi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025. Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara.

Namun, dengan dilakukannya efisiensi tidak serta merta membuat surplus pendapatan Kota Tangsel. Hal tersebut lantaran hasil efisiensi dugunakan untuk alokasi belanja yang lain dan bukan berarti disimpan.

“Yang pasti kalau dibilang menjadi lebih besar ruang kita melayani masyarkaat iya, karena diubah keprogram yang memang lebih berbasis untuk pelayanan masyarakat,” terangnya.

“Dialihkannya banyak mengendorse kebutuhan di infrastrukstur pendidikan, memenuhi kebutuhan UHC yang sifatnya memang biasanya kita tunda di perubahan sudah kita selesiakan di APBD murni,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya telah melakukan efisiensi APBD 2025. Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara.  “Total kita sudah dapat efisiensi Rp220 miliar untuk tahun 2025,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, efisiensi tersebut meliputi pemangkasan belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, pembelian alat tulis kantor (ATK) dan makan minum rapat. Efisiesnsi tersebut kemudian dialihkan kesektor-sektor penting seperti kesehatan, infrastruktur, pengendalian inflasi dan lainnya

“Efisiensi Rp220 miliar ini dari perayaan sudah tidak perlu ada lagi. Misal ulang tahun Tangsel yang akan diadakan November mendatang. Sudah tidak ada lagi perayaan kecuali perayaan yang diadakan masyarkaat,” tambahnya.

“Kalau perayaan yang dibiayai APBD dipotong saja, lalu rapat-rapat yang tidak perlu ada makan karena waktunya cuma sebentar. Perjalanan dinas juga kita kurangi,” jelasnya.

Menurutnya, efisiensi Rp220 miliar tersebut akan digunakan misalnya untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang menerima iuran BPJS ketenagakerjaan yang semulula jumlahnya 7.500 nenjadi 10 ribu.

“UHC juga cakupannya dinaikan, begitu juga beasiswa dari 5.000 akan dinaikan juga, gedung sekolah juga akan ada penampahan untuk SD dan SMP,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait