Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Serang Masih Tinggi, Tahun Depan Akan Dibangun Taman Baru

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Serang terus berupaya menambah dan mempercantik ruang terbuka hijau (RTH) sebagai bagian dari program Serang Hijau. Meski sejumlah taman kota telah diperbaiki tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menilai kebutuhan RTH di ibu kota Provinsi Banten itu masih tinggi. Untuk itu, pada tahun 2025 mendatang, Pemkot akan membangun satu taman baru bernama Taman Sepur di kawasan Taman Sari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, menjelaskan bahwa tahun 2025 pihaknya menangani empat taman, yakni Tugu Jam, Taman Deduluran, Taman K3, dan Taman Sari. Keempat taman tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Fokus kami pada perbaikan taman yang rusak, seperti mengganti material dengan batu andesit, pengecatan ulang, dan perbaikan papan nama taman,” ujar Farach, Kamis 9 Oktober 2025.

Farach menuturkan, tujuan utama perbaikan ini adalah memperindah tampilan taman agar lebih nyaman dipandang dan menunjukkan adanya perawatan berkelanjutan oleh pemerintah kota. Menurutnya, taman-taman kota memiliki fungsi penting bukan hanya sebagai ruang publik, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Selain melakukan pemeliharaan, DLH Kota Serang juga menyiapkan pembangunan taman baru pada 2025 mendatang. Taman tersebut akan diberi nama Taman Sepur dan berlokasi di kawasan seberang Taman Sari, tepatnya di area yang sebelumnya digunakan untuk proyek Probohin.

“Kami sudah mengajukan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan Taman Sepur. Rencananya pelaksanaan dimulai di awal tahun, supaya seluruh kegiatan bisa selesai tepat waktu,” jelas Farach.

Pembangunan Taman Sepur menjadi bagian dari upaya Pemkot Serang memperluas ruang hijau publik. Farach menyebut, pemilihan lokasi di kawasan Taman Sari dilakukan karena kebutuhan RTH di Kota Serang masih tinggi.

“Pembangunan taman ini bagian dari implementasi program Serang Hijau yang terus digencarkan,” tambahnya.

Farach juga mengakui bahwa sebagian besar taman masih terpusat di wilayah pusat kota. Namun, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk mendorong pemerataan ruang hijau hingga ke wilayah kecamatan dan permukiman warga.

“Pembangunan taman tidak hanya di kecamatan, bisa juga di perumahan dan permukiman. Kami berkoordinasi dengan Dinas Perkim agar pemerataan ruang hijau bisa berjalan di seluruh wilayah Kota Serang,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan taman baru serta perbaikan taman-taman lama, DLH Kota Serang berharap masyarakat semakin memiliki banyak ruang untuk beraktivitas, bersantai, dan menikmati lingkungan yang lebih hijau serta asri. (*)

 

Reporter: Aldi Alpian Indra

Pos terkait