Guru SDN Rawa Rengas II Ikut Pelatihan Kompetensi, Tingkatkan Kualitas Mengajar

Guru SDN Rawa Rengas II, mengikuti kegiatan pelatihan kompetensi guru yang di gelar di SDN Rawa Rengas II bekerjasama dengan dinas pendidikan. Randy/Bantenekspres.co.id

KOSAMBI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka meningkatkan kualitas mengajar, guru yang ada di SDN Rawa Rengas II, kecamatan Kosambi, mengikuti kegiatan kompetensi guru untuk memperdalam pengetahuan dalam mengajar. Bahkan, dalam kegiatan tersebut guru akan diberikan wawasan baru di dunia pendidikan.

Walupun guru di SDN Rawa Rengas II sudah mengikuti kegiatan kompetensi guru, akan tetapi tidak ada salahnya guru mengikuti lagi. Hal tersebut, agar para guru bisa menambah wawasan dalam mengajar dan mengupgrade ilmu yang mereka dapat dalam kompetensi tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Rawa Rengas II Lasmi mengatakan, bahwa guru wajib mengikuti kegiatan kompetensi apapun bentuknya, hal tersebut agar bisa menambah wawasan mereka dalam mengajar dan juga bisa memberikan mutu pendidikan yang berkualitas. Sehingga, siswa mendapatkan ilmu yang up to date.

“Jadi para guru wajib mengikuti kompetensi apapun, baik online ataupun offline. Kali ini, kami buat pelatihan guru agar bisa menambah wawasan guru serta bisa meningkatkan ilmu guru dalam mengajar,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 9 Oktober 2025.

Lasmi menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mendorong guru untuk bisa mendapatkan pelatihan apa saja. Bahkan, dirinya akan suport kepada guru yang mau ikut pelatihan agar mereka bisa mempunyai wawasan baru dalam mengajar.

“Kedepan, tantang guru akan bertambah. Sehingga, guru wajib mengikuti kegiatan pelatihan kompetensi apapun agar bisa mengikuti perkembangan di dunia pendidikan. Sehingga, meraka tidak akan gagap dalam mengajar di kemudian hari,”paparnya.

Ia berharap, para guru bisa terus berkembang, karena dalam pendidikan guru menjadi ujung tombak para siswa dalam belajar. Maka itu, guru harus bisa mengikuti perkembangan dunia pendidikan. Seperti kurikulum merdeka, belum sepenuhnya digusur karena masih ada kesulitan dalam penerapannya.

“Kesulitan dalam kurikulum merdeka adalah guru hanya diberikan teori saja dan harus di kembangkan, jadi guru saat ini diminta untuk kreatif dalam segala hal saat mengajar. Paling hanya beberapa poin yang kita gunakan, selebihnya kami masih dalam tahap pembelajaran,”tutupnya. (*)

Pos terkait