PDWI Tangsel Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

PDWI Tangsel Gelar Pelatihan 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel Yepi Suherman memberikan sambutan saat pelatihan budidaya jarum tiram. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 100 peserta mengikuti budi daya jamur tiram. Pelatihan tersebut diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel yang bekerjasama dengan Pengurus Daerah Wanita Islam (PDWI) Kota Tangsel.

Pelatihan yang dilaksanakan di Gedung 3 Lantai 3A Balai Kota tidak hanya diikuti oleh anggota PDWI yang semuanya perempuan namun, juga masyarakat umum dan termasuk laki-laki.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan, pelatihan tersebut diinisias oleh PDWI Tangsel.

“Mereka ingin ada pelatihan budidaya jamur tiram. Ini juga untuk ketahanan pangan, kalau jamur tidak butuh tempat banyak, bisa pakai ruangan kecil namun, suhunya harus terjaga,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 8 Oktober 2025.

Yepi menambahkan, media tanam jamur tiram terdiri dari campuran skam, bubuk kayu, jerami, daun pisang, daun bambu dan lainnya. Kemudian bahan tersebut sterilkan dan dimasukan ke plastik. “Dan nanti jadinya namanya baglog,” tambahnya.

Menurutnya, dari mulai tanam butuh waktu 3 minggu untuk bisa panen pertama namun, dengan perawatan yang baik maka panen setiap hari dan bisa mencapai 3 bulan. Hal utama yang harus diperhatikan adalah suhu dan kelembapan terjaga.

“Saya inginnya nanti peserta bisa budidaya jamur tiram secara perorangan sehingga bisa mencukupi kebutuhan rumah. Bisa juga dibudidayakan di satu lokasi dan dikelola bersama, jadi perempuan juga bisa kok menghasilkan pangan asal diberi ruang, kesempatan dan dibina pemerintah,” tuturnya.

Menurutnya, di pasaran harga jamur tiram mencapai Rp25 ribu per kg. Jamur tiram juga banyak peminatnya dan kebutuhan juga banyak. Dari segi protein juga memiliki banyak kandungannya.

“Harapan saya kaum perempuan bisa lebih berdaya, minimal menambah kemampuan ekonomi keluarga. Perempuan juga diharapkan bisa menghasilkan komunitas pertanian. Saya berharap nanti bisa memenuhi kebutuhan pasar,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PDWI Kota Tangsel Ketua Eva Nurfitriana mengatakan, di PDWI memiliki banyak aspek dan pelatihan budidaya jamur tiram masuk di bidang ekonomi. “Bagaimana ekonomi bisa tumbuh makanya kita melakukan pelatihan tani,” ujarnya.

Eva menambahkan, budidaya jamur tiram bisa menghasilkan uang dan awalnya peserta tidak bisa budidaya lalu dilatih sampai bisa. “Dari di situ tidak hanya ilmu tapi, bisa panen dan ada panennya. Jamur kita pilih karena mudah, tidak membutuhkan lahan besar, siapa saja bisa menanam dan perawatannya juga mudah,” tambahnya.

Hadirkan Narasumber Kompeten

Dalam pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, termasuk dari Sekjen UMKM Nasional.

Wanita berkeruding tersebut berharap, setelah pelatihan peserta bisa mencukupi kebutuhan sendiri tapi, ekspektasinya harus jadi pengusaha. “Jadi mereka yang tadinya tidak percaya diri, tidak punya basik nantinya harus bis ajadi pengusaha.
Kita berharap bisa mencetak UMKM sebanyak-banyaknya. Jadi tidak hanya tanam tapi, berdaya finansial,” tuturnya.

Setelah pelatihan peserta akan mendapat sejumlah daglog dan panitia berharap peserta bisa mempratekan membudidayakan jamur tiram di tempatnya masing-masing.

“Mereka kita kasih baglog dan mereka sudah dapat ilmu dan nanti akan ada pengawasan dan penilaian. Kalau jamur sudah bisa panen hasilnya bisa dijual dan untuk modal beli baglog yang lebih banyak lagi,” tutupnya. (*)

 

 

Pos terkait