Pemprov Banten Didesak Relokasi SMAN 15 Kota Tangerang

Genangan air di pelataran SMAN 15 Kota Tangerang, kerap kali terjadi hingga mengakibatkan kondisi bangunan banyak yang rusak.

PERIUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Farhan R Sofiyan menyoroti kondisi bangunan SMAN 15 Kota Tangerang yang miring.

Farhan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera melakukan relokasi sekolah tersebut diatas lahan yang lebih aman. Hal itu guna keberlangsungan proses belajar mengajar dengan memberikan kenyamanan dan keamanan.

Bacaan Lainnya

“Kejadian Ponpes di Sidoarjo, Jawa Timur menjadi pelajaran. Pemprov Banten jangan abai, relokasi harus disegerakan,” kata Farhan saat dihubungi, 7 Oktober 2025.

“Gak ngerti apa siswa pada belajar didalam bangunan yang kondisinya miring. Jangan menunggu ada korban dulu, justru bagaimana mengantisipasi itu,” tegasnya lagi.

Tak hanya, kondisi bangunan yang miring, kerusakan pada lantai ruang kelas dan lantai halaman sekolah mengalami pecah-pecah imbas kelembaban tanah. Sebab, sekolah tersebut kerap kali dilanda banjir. Terlebih ketika hujan deras luapan aliran air Kali Sabi kerap merendam sekolah tersebut.

“Samping sekolah itu kan Kali Sabi, jadi bukan hanya dari air hujan saja yang masuk tapi luapan aliran air kali Sabi meluap masuk ke lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dikatakan, kondisi tersebut mengakibatkan adanya kelembaban tanah sehingga membuat bangunan miring.

Menurut Farhan, sekolah tersebut dibangun pada tahun 2007. Bangunan tersebut didirikan diatas lahan daerah resapan air. Mengingat usia dan kondisi bangunan, dia mendesak Pemprov Banten segera melakukan relokasi sekolah tersebut agar memberikan kenyamanan dan keamanan dalam keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Mengingat keterbatasan lahan, kalaupun mauu tetap diatas lahan itu, Pemprov Banten harus membangun dari dasarnya kembali, bagian dasarnya dikuatkan, karena disitu sering banjir,” kata Farhan.

Dia berharap, Pemprov Banten dapat segera memproses relokasi sekolah tersebut. Sehingga para siswa dan guru merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Kemarin kan Gubernur sudah menginstruksikan, tinggal Dinas Pendidikan Provinsi Banten melakukan eksekusi” pungkasnya.

Sementara itu, orang Tua siswa SMAN 15 Kota Tangerang mendesak bangunan sekolah tersebut harus dilakukan relokasi. Sebab, sangat mengkhawatirkan kajian yang tidak diinginkan ketika proses belajar mengajar berlangsung.

“Ya kita sebagai orang tua khawatir lah, takut kejadian gitu kaya di pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur,” ungkap salah satu orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui, Selasa, 6 Oktober 2025

Menurutnya, selama ini para orang tua siswa sangat mengkhawatirkan kondisi bangunan sekolah tersebut. Bangunan berlantai 2 tersebut kerap kali kebanjiran ketika hujan deras. Bahkan, sekolah tersebut berdampingan dengan lintasan Kali Sabi yang kerap kali airnya meluap. Sehingga kondisi bangunan banyak yang rusak hingga miring. “Bangunan udah banyak yang retak-retak, lantai ruang kelas banyak yang retak-retak. Lahan sekolah ini dulunya bekas bekas rawa,” ujar wanita setengah baya tersebut.

“Kita kan orang sini, itu sebelahnya Kali Sabi yang airnya sering naik (meluap). Jadi kita tau, apalagi daerah sini jadi langganan banjir,” sambungnya.

Dia menuturkan, banyak orang tua siswa bahkan sebagian besar guru SMAN 15 Kota Tangerang menginginkan sekolah tersebut direlokasi ke tempat lain. Sehingga proses belajar mengajar kedepannya dapat dilakukan secara optimal.

“Guru aja pada khawatir dengan kondisi bangunan sekolah, banyak orang tua siswa juga mengkhawatirkan itu,” ujarnya

Dia berharap, gedung SMAN 15 Kota Tangerang segera dilakukan relokasi di atas lahan yang lebih aman dan masih dalam lingkungan Kecamatan Periuk.

“Ya kita minta dipindahkan ke tempat yang aman,” tutupnya.(*)

 

 

Pos terkait