Seren Taun Kasepuhan Guradog, Wujud Ketahanan Pangan Berbasis Budaya Lokal

Wakil Bupati Amir Hamzah saat menghaditi acara Seren taun kasepuhan Guradog di Kecamatan Curugbitung. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

LEBAK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Masyarakat Kasepuhan Guradog Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten menggelar acara Seren taun yang merupakan tradisi dilaksanakan secara turun temurun dan dilaksankan setiap tahun saat musim panen raya tiba. Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap kelimpahan hasil panen pertanian.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang hadir dalam acara tersevut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seren Taun Masyarakat Kasepuhan Guradog.

Bacaan Lainnya

“Seren taun ini sebagai upaya memelihara budaya dan kearifan lokal ditengah zaman teknologi yang berkembang pesat,” kata Amir, dalam sambutannya, kemarin.

Selain itu Wakil Bupati juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak merupakan daerah yang kaya akan komunitas adat kasepuhan. Hal ini menjadi modal penting dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis budaya di Kabupaten Lebak.

“Ideologi kasepuhan itu sejatinya adalah ketahanan pangan ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi Kabupaten Lebak, karena tradisi dan kearifan lokal mereka sudah selaras dengan prinsip keberlanjutan dan kemandirian,” ujar Amir.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, bahwa kedepan Dinas Pertanian dan dinas terkait lainnya perlu menjalin sinergi yang lebih intensif dengan para tokoh dan masyarakat adat kasepuhan.

“Kolaborasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas pangan, ketahanan air serta kelestarian lingkungan hidup,” paparnya.

Sementara itu, pemangku adat Desa Guradog H. Rahmat menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wakil Bupati Lebak dalam acara Seren Taun tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk kepedulian sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat.

“Kami mendukung penuh terhadap program-program pemerintah, khususnya di bidang pertanian. Terkait isu ketahanan pangan, kita masyarakat adat masih membutuhkan pendampingan dan penyuluhan dari Dinas Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal,” ucapnya.(*)

 

Pos terkait