CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Untuk menggenjot penerimaan daerah dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama mendaraan bermotor (BBNKB), UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah Ciputat terus berusaha maksimal.
Berbagai cara dilakukan untuk menggenjot penerimaan asli daerah (PAD), mulai dari razia pajak kendaraan, layanan mobil samsat keliling (Samling), door to door, membuka gerai samsat dan lainnya.
Kepala UPTD Samsat Ciputat Beny Pribadi mengatakan, pihaknya melakukan beragam cara agar masyarakat mau dan mudah dalam membayar PKB. “Kita melakukan mulai dari layanan samling dan buka gerai,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 25 September 2025.
Beny menambahkan, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan razia pajak kendaraan. Razia tersebut dilakukan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya untuk membayar pajak.
Cara yang humanis yang dilakukan Samsat Ciputat adalah dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui mobil Samsat Keliling (Samling) dan membuka gerai ditempat-tempat yang jauh dari kantor Samsat Ciputat.
“Samling ada 3 unit dan biasanya kita mendatangi Pasar Gintung, halaman kantor Kelurahan Pondok Betung dan halaman kantor Kecamatan Ciputat,” tambahnya.
Menurutnya, saat razia pajak kendaraan bermotor Samling juga dihadirkan. Termasuk bila ada instansi yang mengadakan acara dan minta layanan Samling, maka Samling akan dihadirkan. “Untuk sementara Samling standby di kantor samsat untuk menggurai kepadatan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang sedang berjalan,” jelasnya.
“Nantinya, Samling akan diujicoba juga di depan kantor Kecamatan Pondok Aren karena, disana selalu ramai lantaran ada taman, polsek, puskesmas, KUA dan koramil,” terangnya.
Beny mengaku, pihaknya juga membuka layanan pembayaran PKB di 4 gerai samsat, yakni di Pamulang Square, Samsat Cinere, Bintaro Plaza dan Ruko Bintaro Boulevard. “Kita juga melalukan sosialisasi pembayaran secara digital melalui aplikasi Signal (samsat digital nasional) dan lainnya,” tuturnya.
Pihaknya juga melakukan pendataan kendaraan yang menunggak pajak secara door to door atau rumah ke rumah.
Yang diprioritaskan kendaraan dengan tunggakan terbesar atau kendaraan mewah yang menunggak pajak.
Selain meningkatkan dari sektor PKB, dalam rangka meningkatkan PAD dari sektor PKB, Samsat Ciputat juga menggali potensi pajak alat berat dan pajak air permukaan. Namun, potensi pajak dari alat berat tidak besar.
“Sedangkan dari pajak air permukaan belum lama ini kita mendapat tambahan 1 wajib pajak, yakni PT. PAM Jaya. Ini salah satu pajak yang bisa meningkatkan PAD,” tuturnya.
Dari beberapa tempat untuk membayar PKB, paling banyak masyarakat membayar langsung ke Samsat Ciputat. Hal tersebut lantaran di Samsat Ciputat bisa melayani semua jenis layanan, baik pajak tahunan, pajak 5 tahunan, perubahan identitas kendaraan dan perubahan bentuk kendaraan.
“Kalau di gerai dan Samling hanya melayani pajak tahunan saja,” ungkapnya.
Beny mengaku, pihaknya tahun ini mendapat target PKB dan BBNKB dari Bapenda Provinsi Banten. Target PKB tahun ini sebesar Rp338,2 miliar, sedangkan target BBNKB sebesar Rp233,3 miliar. Target pajak alat berat Rp5,4 juta dan pajak air permukaan Rp126 juta.
“Total target tahun ini Rp571,6 miliar. Realisasi sudah mencapai Rp370,9 miliar atau 64,9 persen,” terangnya.
Beny menjelaskan, dengan adanya opsen PKB targetnya hanya khusus di Provinsi Banten saja. Sedangkan untuk Kabupaten Kota targetnya dipisahkan.
“Kita sudah transfer sebesar Rp242,5 miliar opsen PKB ke Pemkot Tangsel, Pemkot Tangerang dan Pemkab Tangerang. Terbesar opsennya adalah Tangsel,” tuturnya.
Menurutnya, sejak 10 April Hingga 31 Oktober 2025 mendatang Pemprov Banten memiliki program pemutihan PKB. Program tersebut bertujuan untuk menghapus denda dan tunggakan pajak kendaraan dari tahun-tahun sebelumnya.
Dengan kebijakan tersebut, pemilik kendaraan yang memiliki kewajiban pajak tertunggak dapat merasa lebih terbantu karena hanya perlu membayar pajak untuk tahun berjalan. “Dengan program ini kita yakin target PKB dan BBNKB tahun ini bisa tercapai,” tutupnya. (*)
Reporter: Tri Budi










