16 Ribu Daftar Pra-SPMB, Kadisdik Kota Tangerang Jamin Bersih dari Pungli

16 Ribu Daftar Pra-SPMB, Kadisdik Kota Tangerang Jamin Bersih dari Pungli
Wahyudi Iskandar, Kadisdik Kota Tangerang. Foto Ahmad Syihabudin/Bantenekspres.co.id

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Tangerang 2026 langsung diserbu pendaftar. Seperti diketahui Pra-SPMB baru dibuka sejak 13 April lalu, jumlah peminat sudah tembus 16 ribu lebih pendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyu Iskandar, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini terbilang tinggi. Ribuan berkas pun masih dalam proses pengecekan.

Bacaan Lainnya

“Sudah sekitar 16 ribu pendaftar. Ada 4 ribu lagi yang masih kita verifikasi,” kata Wahyudi usai menggelar komitmen bersama, SPMB berintegritas dan pembentukan saber pungli di lingkupnya. Senin 4 Mei 2026 di Ruang Akhlakul Karimah, Puspemkot Tangerang.

Pra-SPMB menjadi tahap krusial dalam proses penerimaan. Calon siswa wajib masuk melalui sistem ini sebelum lanjut ke tahap berikutnya. Peserta yang lolos verifikasi akan mendapatkan PIN sebagai akses utama.

“PIN itu jadi kunci. Artinya dokumen sudah lengkap dan bisa lanjut,” ujarnya.

Bagi yang belum lolos verifikasi, Wahyudi meminta agar tidak panik. Pendaftar masih diberi waktu untuk memperbaiki berkas yang dinilai kurang.

Tak Ada Jalur Belakang

Di tengah tingginya minat, isu titip-menitip kembali jadi sorotan. Namun Disdik Kota Tangerang memastikan praktik tersebut tidak akan terjadi.

“Insyaallah tidak ada. Semua lewat sistem, tidak ada penerimaan di luar jalur ini,” tegas Wahyudi.

Ia menyebut sistem yang digunakan saat ini cukup terbuka dan mudah diawasi. Jika ada upaya ‘main belakang’, potensi kecurangan disebut bisa langsung terdeteksi.

“Kalau ada backdoor, pasti kita tindak. Sistemnya transparan,” ujarnya.

Pengawasan juga diperketat dengan melibatkan berbagai pihak. Ombudsman hingga Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) turut dilibatkan dalam proses ini.

“Ini bagian dari komitmen antikorupsi dalam pelaksanaan SPMB,” katanya.

Disdik juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendala atau dugaan pelanggaran. Laporan bisa disampaikan melalui WhatsApp, helpdesk, hingga website resmi Pemkot Tangerang.

“Semua kanal kita siapkan. Masyarakat bisa langsung melapor,” ujar Wahyudi.

Untuk daya tampung, jumlahnya disebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Meski begitu, angka pasti masih akan dikonfirmasi lebih lanjut.

Di sisi lain, persoalan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah. Saat ini masih ada guru berstatus PPPK paruh waktu yang menunggu kepastian kebijakan.

“Ini PR nasional. Kebutuhan guru ada, tapi harus disesuaikan kemampuan daerah,” jelasnya.

Selaras dengan Disdik Provinsi Banten

Terkait pelaksanaan Pra-SPMB di tingkat Provinsi Banten, Wahyu menilai langkah tersebut sejalan dengan kebijakan di Kota Tangerang.

“Ini sinergi. Dari kota, provinsi, sampai pusat sama-sama mendorong keterbukaan,” pungkasnya. (*)

Pos terkait