SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Disporapar Kabupaten Serang klaim, warga Pulau Tunda dukung investor Tiongkok. Tepatnya, warga di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, mendukung masuknya investor dari Tiongkok yang akan berinvestasi di wilayahnya.
Hal itu dibuktikan, dengan banyaknya warga yang menyambut kedatangan Presiden Direktur (Presdir) China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU) Madam Liu Xiongying, yang membawa delegasi pengusaha-pengusaha dari Tiongkok, pada Sabtu 20 September 2025.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, kedatangan investor asing ini untuk membantu Kabupaten Serang di Pulau Tunda, mengembangkan pariwisata pulau agar semakin banyak wisatawan yang datang.
Dengan banyaknya wisatawan yang datang lalu fasilitas yang memadai, tentunya meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Masyarakat Pulau Tunda harus mendukung ini, karena ada niat baik dari investor untuk memajukan pariwisata pulau. Sehingga, ini akan menjadi wisata unggulan yang banyak diminati wisatawan,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 23 September 2025.
Anas mengatakan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi ke Pulau Tunda, untuk memastikan warga disana dapat mendukung rencana tersebut, agar tidak ada penolakan dikemudian hari.
Sosialisasi yang dilakukan, melalui Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis) Pulo Tunda dengan cara pembinaan, dan nantinya mereka sampaikan ke warga sekitar.
“Kita lakukan pembinaan dulu ke Pokdarwis Pulau Tunda, kalau untuk ke warga melalui pokdaris itu yang kita harapkan untuk dapat secara langsung ke masyarakat. Tujuannya, untuk mendukung pariwisata Pulo Tunda, demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan Anas, banyak yang harus dikembangkan investor yang masuk nanti ke Pulau Tunda diantaranya, akses listrik yang masih minim hanya 12 jam Pulo Tunda dapat menyala sisanya gelap gulita.
Kemudian, investor juga bisa menyediakan pelabuhan yang lebih bagus serta transportasi kapal menuju Pulau Tunda, serta membantu nelayan karena banyak yang membutuhkan storage place fish atau tempat penyimpanan ikan.
“Banyak yang bisa dikembangkan investor disana, apalagi khususnya pada listrik karena disana itu hanya 12 jam listrik menyala, selebihnya gelap gulita. Bisa juga membangun homestay, yang dapat dikelola Pokdarwis ya, terus juga pelabuhan penting dan lainnya,” ucapnya. (*)











