PONDOKAREN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Perumahan Mandar, Jalan Mandar IX, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren dijarah orang-orang tak dikenal. Penjarahan tersebut terjadi dua kali, yakni pada Minggu, 31 Agustus 2025 sekitar pukul 12.30 WIB dan 02.30 WIB.
Saat kejadian Sri Mulyani tidak ada di rumah. Berdasarkan informasi, massa yang jumlahnya sekitar ratusan tersebut mengambil berbagai barang elektronik, termasuk lukisan, piring dan sebagainya dari dalam rumah tersebut.
Diketahui, rumah Sri Mulyani dengan gerbang utama (pos keamanan) perumahan Mandar jaraknya sekitar 400 meter. Di jarak sekitar 200 meter ada pos keamanan dan portal lagi dan jarak portal kedua dengan rumah Sri Mulyani juga sekitar 200 meter.
Menurut warga sekitar atau saksi, Olaf (35) mengatakan, saat kejadian dirinya berada di pos keamanan gerbang utama perumahan tersebut. Dirinya kaget tiba-tiba datang puluhan sepeda motor datang dari arah Jakarta dan berhenti didepan gerbang utama perumahan tersebut yang sedang di portal.
Kemudian massa berusaha merusak portal namun, dilarang oleh petugas keamanan dan portal kemudian dibuka. “Massa ini langsung menuju ke rumah Ibu Sri Mulyani dan menjarah barang-barang miliknya,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Minggu, 31 Agustus 2025.
Olaf menambahkan, penjarahan tersebut terjadi 2 kali, yakni pada Minggu, 31 Agutus 2025 sekitar pukul 12.30 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Sedangkan massa kedua datang pada sekitar pukul 02.30 hingga 03.45 WIB dan juga menjarah barang-barang yang ada di dalam rumah Sri Mulyani.
“Yang penjarahan pertama massa mengambil tv, lukisan dan lainnya. Kalau yang kedua massa ambil baju, piring dan lainnya,” tambahnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperolehnya massa pertama berasal dari Pamulang. Sedangkan massa kedua mereka mendatangi rumah Sri Mulyani setelah melakukan penjarahan di rumah anggota DPR RI Eko Patrio di kawasan Jakarta Selatan.
“Massa yang kedua ini mau pulang ke arah Tangerang dan Depok dan lewat sini, ngabisin sekalian. Saya bilang di rumah Sri Mulyani kosong, lalu portal depan mau dipaksa dibongkar tapi, dilarang satpam dan terpaksa dibuka,” jelasnya.
Olaf menjelaskan, massa yang datang dengan mengedarai puluhan sepeda motor dan jumlah massa bisa mencapai 100 orang. “Satu motor rata-rata dinaiki 2-3 orang. Ada juga mobil 2 unit,” tuturnya.
Menurutnya, warga yang mendengar dan mengetahui peristiwa tersebut langsung berhamburan keluar rumah namun, tidak bisa mencegah aksi yang dilakukan massa. “Warga cuma bisa membentengi jalan agar massa tidak menjarah rumah warga yang lain,” tutupnya.
Pantauan BANTENEKSPRES.CO.ID hingga Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 09.50 WIB, puluhan personel TNI masih berjaga di sekitaran rumah Sri Mulyani. TNI berjada di portal atau pos keamanana yang jaraknya sekitar 200 meter dari rumah tersebut.
Rumah Sri Mulyani bercat putih dan memiliki 2 lantai dan lokasinya berada di ujung. Awak media dilarang untuk melewati portal dan mendekati rumah tersebut. Selain puluhan personel TNI yang berjaga disekitar, banyak masyarakat yang memadati sekitar rumah Sri Mulyani untuk melihat kejadian tersebut. (*)
Reporter: Tri Budi
Kawasan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Perumahan Mandar, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren dijaga personel TNI setelah terjadi penjarahan oleh orang tak dikenal pada Minggu, 31 Agustus 2025 dini hari. Tri Budi/Bantenekspres.co.id










