Banjir Depan PT Bosung Indonesia Masih jadi Keresahan Warga dan Pengguna Jalan

Hujan deras menyebabkan banjir di Jalan Raya Pasar Kemis, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, tepatnya depan PT Bosung Indonesia, Selasa, 12 Agustus 2025. Foto: Tangkapan layar video for bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Banjir di Jalan Raya Pasar Kemis, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, tepatnya depan PT Bosung Indonesia, masih jadi keresahan warga dan pengguna jalan.

Sebabnya, banjir di jalan raya depan PT Bosung Indonesia itu, bisa terjadi selama berhari-hari setelah diterjang hujan deras.

Bacaan Lainnya

Bahkan setiap hujan deras, banjir dari jalan raya depan PT Bosung Indonesia, mengalir deras ke permukiman sekitar. Di dalam rumah, ketinggian air bisa mencapai di atas mata kaki orang dewasa.

Salah seorang warga setempat Siti Kusminar menuturkan, setiap selama hujan deras, banjir dari jalan raya depan PT Bosung Indonesia mengalir deras ke permukiman.

“Air masuk ke rumah yang saya kontrak sampai ngelewatin tinggi tanggul plester depan pintu rumah, saat hujan deras,” tuturnya, sambil menunjuk kusen pintu rumah kontrakannya, di Kampung Batu Nunggul, RT 05 RW 10, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Jumat, 15 Agustus 2025.

Oleh karena itu, ungkapnya, dari sejumlah rumah kontrakan di sebelahnya, hanya dirinya bersama suami dan kedua anaknya, yang bertahan menempati rumah kontrakan sejak 2016 lalu.

“Kami masih di sini, karena faktor ekonomi, pak. Kontrakan yang lain mahal. Kontrakan ini, sebulan 400 ribu, udah sama listrik dan air,” tutur ibu dua anak ini, dengan wajah sedih.

Pun begitu, ia bersyukur perabotan rumah tangganya sudah aman dari banjir karena barang-barang seperti kulkas, mesin cuci, rak piring, sudah dibikin semacam bale oleh suami, supaya tidak terendam banjir.

Sementara itu, salah seorang pedagang setempat Rio Simpana mengatakan, ketika jalan raya sedang banjir, tentu berpengaruh dengan omzet warung.

“Mungkin, karena orang pada malas ke warung karena jalan depan warung banjir,” ucapnya, dengan nada rendah.

Ia menambahkan, banjir di jalan depan PT Bosung Indonesia belum seluruhnya mengering sejak hujan deras pada Selasa lalu hingga Jumat ini.

Terpisah, salah seorang pengguna jalan Keri Supiyanto menuturkan, sejumlah kendaraan bermotor roda dua mogok setelah menerjang banjir di jalan raya depan PT Bosung Indonesia.

“Jadi, banjir di jalan depan Bosung, pastinya merugikan pengguna jalan,” tutur warga Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg ini. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait