Sekolah Rakyat di Tangsel Diresmikan 15 Agustus 2025

 Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sekolah Rakyat di Kota Tangsel rencananya akan diresmikan pada 15 Agustus mendatang. Sekolah rakyat merupakan program pendidikan gratis dan berkualitas untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Dimana Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan luas bagi mereka untuk memperoleh pendidikan layak dan berkualitas. Untuk saat ini sekolah rakyat dikhususkan untuk tingkat menengah atas.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, sekolah rakyat sedang dipersiapkan dan dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian. “Sekolah rakyat sudah mulai dan peresmian di Tangsel pada 15 Agustus 2025 mendang,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dimyati menambahkan, sekolah rakyat di Kota Tangsel kepala sekolahnya sudah ada, yakni berasal dari guru SMAN 11 Kota Tangsel. “Guru dari SMAN 11 Tangsel kita BKO-kan menjadi kepala sekolah rakyat,” tambahnya.

Dimyati menambahkan, antusias masyarakat terkait sekolah rakyat ada yang mau dan ada yang tidak mau dan di Banten dibagi dalam dua kuota.

“Dari Pandeglang berapa, dari Serang berapa, dari Tangerang berapa. Paling banyak dari Kabupaten Tangerang. Kalau di Lebak ada sendiri sekolah rakyat dan itu paling banyak muridnya,” tambahnya.

Menurutnya, di Provinsi Banten terdapat 2 sekolah rakyat, yakni di Lebak dan Kota Tangsel. “Itu baru pinjam pakai dan belum bangunan yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam arti 7 hektar. Ini Kita baru pinjam pakai dari BLK milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Sekolah Rakyat yang akan dibuka di wilayahnya adalah untuk tingkat SMA dan yang mengadakan dari Provinsi Banten.

“Meskipun yang mengadakan provinsi namun, kita sudah memberikan dukungan fasilitasi kesehatan misalnya, kita periksa kesehatannya pada saat awal masuk,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, pihaknya secara periodik mungkin akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan akan dilakukan kordanisi dari pihak sekolah rakyat dan dinas kesehatan.

“Kemarin kepala sekolah rakyat di Tangsel juga minta bantuan tenaga pengamanan dan cleaning service,” tambahnya.

“Konsep dari sekolah rakyat ini boarding school. Sehingga siswa tinggal penuh di asrama,” tutupnya. (*)

Reporter: Tri Budi

 

 

Pos terkait