14 Persen Pelajar di Kota Tangerang Alami Gigi Berlubang

Wali Kota Tangerang, Sachrudin didampingi tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan di EMON 28 Kota Tangerang, Senin, 11 Agustus 2025. Foto: Humas for bantenekspres.co.id

CILEDUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar se-Kota Tangerang. CKG ini menyasar 337.649 siswa dari 986 sekolah tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan, Pemkot Tangerang mulai melakukan CKG bagi pelajar di Kota Tangerang. Kick off ini dilakukan untuk pelajar SMPN 28 Kota Tangerang. Namun demikian, Pemkot Tangerang telah melakukan kegiatan CKG bagi pelajar sekitar 2 tahun lalu. Hasil pemeriksaan tim medis, sekitar 14 persen pelajar Kota Tangerang mengalami ganguan kesehatan pada gigi. Hal itu disebabkan kurangnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya CKG ini sebelumnya rutin dilaksanakan. Berdasarkan data hasil CKG sebelumnya para pelajar di Kota Tangerang mengalami gangguan kesehatan pada gigi, yaitu Karies atau gigi berlubang, kalau gangguan pada mata ada tapi tidak terlalu, penyebabnya macam-macam diantaranya penggunaan gawai,” ungkap dr Dini, Senin, 11 Agustus 2025.

“Nah nanti hasil CKG sekarang ini kita liat datanya, sama atau tidak,” sambungnya.

Dini menjelaskan, CKG merupakan bentuk komitmen Pemkot Tangerang dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan memiliki daya saing.

Sebanyak 20 tim medis yang diterjunkan dalam kegiatan CKG akan melakukan cek kesehatan para pelajar diantaranya, pengukuran tinggi, berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi dan deteksi dini anemia atau gangguan tumbuh kembang.

“Selain di sekolah, bagi pelajar yang tidak dapat mengikuti CKG di sekolahnya karena sebab dapat dilakukan di puskesmas terdekat,” jelasnya.

Menurut Dini, pendekatan preventif ini sangat penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan anak, seperti obesitas, kurang gizi, maupun gangguan penglihatan akibat penggunaan gawai berlebih.

“Langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat yang akan melanjutkan pembangunan daerah,” ujarnya.

“Intinya adalah CKG ini untuk deteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah. Jadi kita berikan pemahaman mengenai manfaat yang diperoleh. Kita menargetkan 100 persen anak-anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis,” pungkasnya.(*)

 

 

Pos terkait