SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di tengah kemeriahan Kota Serang Fair 2025, tak hanya hiburan dan konser musik yang menyita perhatian. Di salah satu booth kuliner, kisah inspiratif datang dari Nazaira Pratiwi, seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang membuktikan bahwa kemandirian bisa dimulai dari usaha kecil.
Nazaira adalah penjual mochi, jajanan manis khas Jepang yang kini mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia. Ia memulai usahanya sejak tahun 2023, berawal dari melihat peluang pasar saat jajanan Jepang tengah digemari.
“Awalnya sih 2 tahun lalu, mulai usaha lewat online karena liat peluang usahanya juga jadi Alhamdulillah sampai sekarang,” ujar Nazaira saat ditemui di stand miliknya, Jumat 8 Agustus 2025.
Berawal dari dapur rumah, kini Nazaira telah memiliki stand tetap di Gedung Juang Wisata Kuliner, Pandeglang. Tak berhenti di situ, ia pun memberanikan diri membuka stand di Kota Serang Fair 2025 untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Omzet yang didapat dari hasil jualan mochi tersebut juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam sehari, ia bisa menjual rata-rata 10 box mochi, dengan penghasilan bersih mencapai Rp800 ribu per hari.
Hasil usaha itu digunakan untuk membiayai kuliahnya sendiri, serta membantu kebutuhan ekonomi keluarga. Ia mengaku sudah tidak memiliki ayah dan kini usaha tersebut bisa membiayai untuk dirinya dan keluarganya.
“Alhamdulillah sekarang bisa bayar kuliah sendiri, buat bantu ibu juga, semenjak ditinggal ayah” tutur Nazaira.
Nazaira juga menambahkan bahwa partisipasinya di Kota Serang Fair ini bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga sebagai bentuk uji coba untuk memperluas pasar. Ia berharap ke depan usahanya bisa berkembang menjadi lebih besar dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Kisah Nazaira menjadi bukti bahwa event seperti Kota Serang Fair 2025 bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang bagi pelaku UMKM muda untuk tumbuh dan berkembang. Di tengah hiruk-pikuk perayaan HUT ke-18 Kota Serang, semangat wirausaha dan kemandirian anak muda seperti Nazaira patut mendapat apresiasi. (*)










