“Ini kita harus bareng-bareng untuk kemudian mengatasi persoalan stunting baik itu pemenuhan gizi dan segala macamnya,” ujarnya.
Edukasi ini akan dikolaborasikan secara aktif di tingkat kelurahan dan kecamatan di Kota Serang. Agar pemahaman keluarga mengenai gizi, pola asuh, dan kesehatan anak dapat meningkat.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi perubahan dalam pendekatan dan penanganan stunting di daerah. Jika sebelumnya digunakan istilah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), kini pendekatannya diperluas menjadi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S).
“Artinya, fokus kita tidak hanya pada penanganan, tapi juga pencegahan stunting sejak dini,” kata Anthon. (ald)











