Pemkot Optimalkan Program MBG, 18 Ribu Keluarga Berisiko Stunting

Berisiko Stunting
FOTO BERSAMA: Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia (Kanan) berfoto bersama Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan (Kiri) dalam acara Rapat Koordinasi TP3S Tingkat Kelurahan di Hotel Flamengo, Kota Serang, Selasa (20/5). (CREDIT: ALDI ALPIAN INDRA/BANTEN EKSPRES)

SERANG — Hasil pendataan keluarga terbaru mengungkapkan bahwa 18.421 keluarga di Kota Serang masuk dalam kategori berisiko stunting. Belasan ribu keluarga itu tersebar di enam kecamatan dan 67 kelurahan, dengan jenis dan tingkat risiko yang beragam.

Meski data tahun ini belum seluruhnya masuk, angka stunting terakhir yang tercatat mencapai 804 kasus. Jumlah tersebut mencakup bayi dan balita yang mengalami gangguan pertumbuhan.

Bacaan Lainnya

Sebagai langkah konkret, Pemkot Serang tengah merancang optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting. Program ini akan difokuskan pada pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang telah terindikasi mengalami stunting.

“Jadi kita akan dorong ke sana,” ujar Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia usai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Tingkat Kelurahan di Hotel Flamengo, Kota Serang, Selasa (20/5).

Pos terkait