“Untuk kemudian ini secara konkret bisa membantu keluarga rentan stunting terutama ibu menyusui dan ibu hamil,” sambungnya
Agis menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Asisten Daerah (Asda) II untuk menyusun langkah konkret pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, penyediaan makanan bergizi setiap hari kepada penerima manfaat akan menjadi intervensi signifikan dalam menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi keluarga-keluarga rentan di Kota Serang.
Lebih lanjut, Agis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Menurutnya, penanganan tidak hanya dibebankan pada dinas kesehatan, tetapi juga harus melibatkan dinas pendidikan, dinas sosial, hingga lembaga di luar organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Baznas dan Forum CSR.
Seluruh pihak diharapkan bergotong royong untuk memastikan pemenuhan gizi, peningkatan literasi kesehatan, hingga intervensi sosial dapat berjalan secara efektif dan merata.











