Pondok Aren Terbanyak Kasus DBD

DBD
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar. (Credit: Tri Budi Sulaksono/Banten Ekspres)

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes albopictus atau infeksi virus akut yang disebabkan virus dengue.

Dalam upaya pengendalian program DBD di Kota Tangsel, Dinas Kesehatan melamukan ber­bagai langkah, seperti pen­­cegahan dan pemutusan mata rantai penularan.

Bacaan Lainnya

”Untuk pencegahan kami sudah melakukan upaya Pem­berantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus dengan pro­gram Gerakan 1 Rumah 1 Ju­mantik,” tambahnya.

Wanita berkerudung tersebut menjelaskan, untuk pemu­tusan mata rantai penularan pihaknya melakukan penyem­protan fogging untuk wilayah yang terjadi penularan kasus DBD.

Fogging dilakukan berda­sarkan penyelidikan Elepide­miologi (PE) yang dilakukan oleh petugas puskesmas di bantu dengan koordinator jumantik di tiap-tiap wilayah.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk antisipasi atau mengendalikan kasus DBD. Caranya dengan mela­kukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M plus diantaranya mengu­ras, menutup dan mendaur ulang.

Pos terkait