Suryadi menambahkan, Gema Peduli adalah wadah mantan pengajar yang ada di wilayah Pakuhaji. Jadi setelah purna sebagai kepala sekolah ataupun guru, mereka akan masuk di dalam organisasi Gema Peduli sebagai salah satu cara agar tetap bersilahturahmi.
”Semoga ini menjadi wadah kita bersama, artinya setelah kita pensiun kita masih tetap berkomunikasi dan bersilahturahmi karena itu sangat penting agar terus terjalin hubungan dan ikatan antar mantan pendidik,”paparnya.
Mantan Ketua BAPOPSI Pakuhaji Endang menyatakan, dirinya percaya Gema Peduli bisa menjadi wadah pemberdayaan, bukan hanya untuk anggota, tetapi juga bagi generasi muda pendidik di Pakuhaji. Bahkan, dengan adanya Gema Peduli bisa mengenang dirinya saat menjadi guru di wilayah Pakuhaji.
”Organisasi ini wujud perhatian anak yang menyayangi orang tua. Jadi ini salah satu gerakan tenaga pendidik yang masih aktif. Dan saya sangat apresiasi kepada mereka yang telah berjuang membuat wadah ini untuk kami,”ungkapnya.











