Namun beberapa program belum berjalan maksimal lantaran anggaran yang terbatas.
“Dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang dinilai tingkat kegemaran membaca. Walaupun anggaran apa adanya, tapi kami ada program pustaka bergerak seperti perpustakaan keliling, arsip keliling dan itu gratis semua,” katanya.
Ia mengaku, sempat berencana membuka perpustakaan 24 jam, namun lagi-lagi terhalang keterbatasan anggaran.
“Karena itu (pegawai-red) harus lembur kasihan ya, kedua kondisinya harus lebih maksimal lagi, makanya saya membuat sinergi saja dengan forum perpustakaan Indonesia saling kerjasama,” ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan beberapa program lanjutan, maupun program baru guna meningkatkan literasi masyarakat di Banten.
“Paling tidak dengan ini pak gubernur memberikan harapan, dan beliau mendukung,” paparnya. (mam)











