BANTENEKSPRES.CO.ID, SERANG — Sebanyak 1.769 warga Baduy berdatangan ke Ibukota Provinsi Banten, Kota Serang. Mereka melaksanakan ritual Seba Baduy, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (3/5/2025).
Dalam adat Baduy, Seba dimaknai persembahan atau penyerahan hasil panen kepada pemerintah. Ribuan warga Baduy ini datang dengan membawa hasil panen. Seperti pisang, kelapa, singkong dan hasil bumi lainnya.
Mereka berjalan kaki datang ke Pemkab Lebak, dan Pemprov Banten sembali menyerahkan hasil bumi tersebut. Ritual adat Seba Gede masyarakat Baduy diawali dengan pembacaan ritual berbahasa Sunda dengan maksud penyampaian kepentingan masyarakat.
Perwakilan masyarakat Baduy, Jaro Oom meminta kepada Abah gede atau Gubernur Banten untuk terus memperhatikan kepentingan masyarakat Baduy.
Pertama ia meminta Pemprov Banten untuk dapat terus menjaga kelestarian alam. Gunung-gunung tidak boleh dirusak serta sungai-sungai yang tidak boleh dikotori.
“Khususnya yang dititipkan pada orang tua dan meminta perlindungan dari pemerintah Banten,” kata Jaro Oom dalam bahasa Sunda.
Dalam kesempatan itu, Jaro juga bercerita banyak banyak warga Baduy yang terkena gigitan ular saat bertani.
Maka dari itu pihaknya meminta Pemprov Banten untuk memberikan perlindungan kesehatan, seperti penyediaan anti bisa ular di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit.
“Tradisi kami adalah bertani. Kami bertani di hutan dan ingin ada permintaan terkait anti bisa ular. Agar masyarakat Baduy yang kena gigit ular bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.
Jaro Oom mengaku, pihaknya juga ingin dibuatkan penguatan Perda Desa Adat, bahkan bila perlu peraturan yang lebih atas.
“Kami ingin perlindungan khususnya Perda Desa Adat, baik di Lebak maupun di pusat, dikhususkan Perdanya,” terangnya.
Kedatangan awal warga Baduy diantar langsung oleh Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. Ia mengatakan kedatangannya bersama 1.769 warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.
“Saya mengantarkan untuk melaksanakan tradisi Seba ke Bapak Gubernur Banten Andra Soni. Di belakang saya berduyun-duyun saudara kita dari Baduy,” katanya saat tiba di Gedung Negara.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, warga Baduy sangat menginspirasi semua masyarakat. Terutama dalam menjaga adat istiadat, budaya dan menjaga kelestarian alam.
Selain itu, Andra Soni menilai, warga Baduy adalah orang-orang yang disiplin dan menghormati pimpinannya. Salah satunya, sangat menghargai ketika ada salah seorang yang sedang berbicara.
“Ketika ada yang sedang berbicara, tidak ada satu pun warga Baduy yang mengeluarkan suara,” katanya.
Menanggapi permintaan warga Baduy, Andra Soni langsung memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk menjalin kolaborasi dengan Puskesmas terdekat untuk menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Baduy.
“Termasuk juga di RSUD Banten, harus dilengkapi dengan obat-obatan anti bisa ular,” tuturnya.
Ia juga menerima Laksa yang diserahkan setelah Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra menyampaikan ucapan tatabean (persembahan) kepada Bapak Gede pada ritual inti Seba yakni Purwa atau Panabean sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
“Saya sebagai Bapak Gede menerima Seba Gede masyarakat Baduy tahun ini. Semoga masyarakat Baduy semakin sejahtera, alamnya subur, makmur dan gemah, ripah,” paparnya. (mam)










