Bobby mengungkapkan, pembangunan PSEL senilai Rp2,65 triliun tersebut sepenuhnya merupakan investasi dari investor dan tidak menggunakan dana APBD Pemkot Tangsel.
Kebijakan energi Indonesia dalam satu dasawarsa mendatang dipastikan akan mengandalkan energi terbarukan dan akan bertumpu pada ekonomi kerakyatan serta lingkungan. Hal itu akan membawa dampak positif pada kinerja Perseroan.
“Mengolah sampah menjadi energi yang sejak awal menjadi basis bisnis kami, akan terus dikembangkan. Pengolahan sampah telah menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan nilai tambah dari barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Dengan pendekatan dan cara yang tepat, pengolahan sampah bisa menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” ungkapnya.
Bobby menjelaskan, proyek modern tersebut akan dibangun oleh PT Indoplas energi Hijau (0ASA) bermitra dengan CNTY (China Tianying Inc), sebuah perusahaan asal China yang juga sudah berpengalaman dalam pengolahan sampah modern diberbagai negara.











