Juanda menambahkan, pihaknya juga mempunyai tempat khusus dalam pengolahan sampah. Di tempat ini siswa diajarkan bagaimana memilah sampah yang bisa dijadikan sampah olahan dan sampah yang tidak bisa diolah. Artinya, siswa di ajarkan dari hulu ke hilir proses sanitasi di sekolah.
”Kita hanya mengingatkan kepada siswa agar terus menjalankan program sanitasi ini. Soalnya ini baik bagi lingkungan sekolah. Selain itu, mendukung program pemerintah Kabupaten Tangerang mengenai PHBLS di Sekolah,”paparnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini seluruh kegiatan PHBLS mencakup kegiatan di sekolah, diantaranya ruang kelas yang sehat dan bersih, halaman sekolah tidak ada lagi sampah baik sampah organik maupun non organik. Bahkan, siswa wajib membawa tempat makan dan minum dari rumah agar tidak sampah dari jajan mereka.
”Saya selaku kepala sekolah sangat mendukung dan terus menerus menjalankan program PBHLS. Ini karena bukan hanya untuk kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan seluruh warga sekolah. Kebiasaan yang dilakukan akan bisa berdampak ke luar sekolah bagi siswa yang peduli terhadap lingkungan,” tutupnya.(ran)










