Turunkan Stunting, Pemkot Siapkan 34 Rumah Sakit Rujukan

Pemkot Tangerang akan bekerja sama dengan 34 rumah sakit yang ada di Kota Tangerang sebagai rujukan untuk penanganan anak stunding.

BANTENEKSPRES.CO.ID–Angka stunting anak di Kota Tangerang terus menurun. Pada 2023 masih di angka 6,8 persen, namun pada 2024 menurun menjadi 5,2 persen. Meski sudah menurun, Pemkot Tangerang terus berupaya menurunkan angka stunting di 2025 ini.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah menyiapkan kerjasama rujukan khusus bagi anak stunting di 34 rumah sakit.
Kerjasama rujukan akan mulai dilakukan pada April mendatang. Saat ini, Pemkot Tangerang baru bekerja sama dengan enam rumah sakit yang ada di Kota Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Kami menilai penambahan jumlah rumah sakit rujukan tadi dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi anak stunting di Kota Tangerang. Tidak hanya itu, peningkatan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memastikan tata laksana kasus stunting bisa berjalan lebih maksimal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeini.

Ia memaparkan Pemkot Tangerang berharap catatan penurunan angka prevalensi stunting tersebut dapat mendorong efektivitas, efisiensi dan optimalisasi intervensi penurunan stunting agar sesuai dengan target yang telah ditentukan. Pemkot Tangerang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dibandingkan tahun sebelumnya secara signifikan.

Berdasarkan data E-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) yang diambil dari seluruh puskesmas dan posyandu di Kota Tangerang menunjukkan, terdapat penurunan dari 6,8 persen (2023) menjadi 5,2 persen (2024).

“Kami kembali mencatat penurunan angka stunting yang signifikan pada awal tahun ini. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras lintas sektoral yang selama ini telah berkolaborasi baik untuk bersama-sama mengintervensi penurunan kasus stunting di Kota Tangerang,” papar dr. Dini, Senin (3/3/25).

Ia melanjutkan, penurunan angka prevalensi stunting tersebut tidak bisa dilepaskan dari efektivitas keberhasilan program intervensi yang selama ini dilakukan seluruh lapisan, seperti Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas), Dapur Dashat, sampai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.

Salah satu upaya Pemkot Tangerang menurunkan angka stunting dengan memberikan makanan tambahan dan vitamin kepada anak. Seperti yang dilakukan tim Puskesmas Baja dengan memberikan vitamin A secara gratis di seluruh posyandu, puskesmas, maupun Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Tangerang. Salah satunya, Posyandu Edelweiss yang diserbu puluhan warga yang berbondong-bondong untuk mendapatkan vitamin A.

Kepala Puskesmas Baja Eny Purwati menuturkan, proram pemberian suplementasi vitamin A merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan setiap Februari dan Agustus di Kota Tangerang. Program ini menyasar para balita usia 6-11 bulan (dosis biru, 100.000 IU) dan balita usia 12-59 bulan (dosis merah, 200.000 IU) di Kota Tangerang.

“Saya mengapresiasi antusias warga menyambut program pemberian vitamin A ini, bahkan kedatangan warga ke posyandu pada periodesasi seperti ini akan sangat melonjak drastis dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, antusias seperti ini bisa diartikan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan anak,” ujar Eny. (adv)

Pos terkait