“Manfaatkan bulan yang baik ini untuk menjadi insan terbaik. Kita harus selalu mengerjakan kebaikan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Kamis (27/2).
Liya menambahakan, salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah pembinaan spiritual yang dipandu oleh guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam sesi tersebut, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga hawa nafsu, baik selama Ramadan maupun setelahnya.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi, perkataan, dan perbuatan yang tidak baik. Jika kita bisa menjaga diri selama Ramadan, maka kebiasaan baik ini harus terus dilanjutkan setelahnya agar kita benar-benar menjadi insan yang bertakwa,”paparnya.
Ia menjelaskan, selain pembinaan spiritual, SDN Gudang juga mengadakan program tadarus Al-Qur’an setiap pagi, sebelum pembelajaran dimulai. Siswa secara bergiliran membaca dan memahami makna ayat-ayat suci, dengan bimbingan guru agama. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membiasakan mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
”Di samping kegiatan keagamaan, SDN Gudang juga mendorong siswa untuk berbagi dengan sesama melalui program sedekah dan berbuka puasa bersama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa, sehingga mereka semakin memahami arti berbagi dan membantu sesama,”tutupnya.(ran)











