“Semua DPA OPD dan kecamatan sudah kita serahkan, ini tanda dimulainya anggaran di 2025 bisa dilaksanakan, dan saya sampaikan semua anggaran prioritas utamanya untuk masyarakat yaitu belanja modal. Kemudian, saya juga menitipkan ketika melaksanakan anggaran harus teliti, dan dilihat secara detail jangan sampai ada kesalahan karena konsekuensinya akan menjadi persoalan lanjutan,” katanya.
Dikatakan Tatu, anggaran belanja modal ini harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, meski anggaran operasionalnya dipangkas namun para kepala dinas diminta untuk tetap semangat demi menyejahterakan masyarakat.
“Mudah-mudahan kepala OPD tetap semangat, untuk pelayanan masyarakat dan belanja modal ini menjadi titik utamanya,” ujarnya.
Kata Tatu, pembangunan jalan masih menjadi prioritas utama, karena masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu, jalan desa yang ditingkatkan menjadi jalan kabupaten sepanjang 300 kilometer lebih.











