“Tapi sayangnya kita tidak tahu, orang-orang pun tidak tahu, bahwa orang yang membawa senjata api sudah tidak ada di Brio, namun sudah pindah di mobil Sigra hitam yang ada di samping mobil Brio. Ketika kami lagi mendekat ke mobil Brio itu, dari mobil Sigra, ada orang membuka kaca, mengancam dan menodongkan pistol ke arah kami. Jadi terdengar sampai 4 atau 5 kali tembakan bertubi-tubi yang tidak tahu mengarah kemana, mengarah kepada kita semua. Akhirnya kita semua kabur, menyelamatkan diri,” tuturnya.
“Saya yang memvideokan tersebut, saya minta tolong kepada orang-orang yang di SPBU di rest area itu, minta tolong mobil saya ada yang maling. Namun pada saat saya kembali lagi ke Indomaret, ternyata saya sudah melihat ayah saya bersimbah darah, tergeletak dan sudah tidak tertolong lagi,” tuturnya, dengan wajah sedih.
Lalu, ayahnya dibawa ke RSUD, namun di perjalanan memang sudah tidak tertolong lagi dan meninggal pada saat itu juga. (zak)











