Kasus DBD di Kota Serang Naik Tiga Kali Lipat, 13 Meninggal Akibat Gigitan Nyamuk

Gigitan Nyamuk
Kadinkes Kota Serang Ahmad Hasanudin saat diwawancarai oleh awak media. (CREDIT: EEN AMELIA JUMIANI/BANTEN EKSPRES)

Sedangkan dari Januari hingga awal Desember 2024, jumlah orang meninggal akibat DBD tercatat sebanyak 13 orang.

“Yang meninggal di tahun 2023 ada dua. Kasus pada 2024, itu ada yang sembuh dan tidak. Untuk yang meninggal akibat gigitan nyamuk juga ada lonjakan, sebanyak 13 orang,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Hasanuddin juga mengatakan, kasus DBD di Kota Serang tersebar di enam kecamatan. Namun yang paling banyak berada di Kecamatan Serang. Pasalnya, wilayah tersebut masuk dalam kategori padat penduduk, sehingga penyebarannya lebih tinggi.

“Kalau paling banyak, ya di daerah yang penduduknya paling padat. Yaitu di Kecamatan Serang. Dengan rentang usia rata-rata dijangkit oleh anak-anak, hingga orang dewasa,” katanya.

Menurutnya penyakit demam berdarah atau DBD berkaitan dengan kondisi cuaca saat ini yang memasuki musim penghujan, sehingga banyak genangan air yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk aedes aegypti.

Pos terkait