“Kita data lagi, ternyata masih ada ribuan RTLH dan tentunya akan kami perbaiki. Adapun, sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Serang, Pemprov Banten, pemerintah pusat, Baznas, serta swasta seperti perbankan dan perusahaan yang ada di Kabupaten Serang,” katanya.
Dikatakan Tatu, dalam penyelesaian Rutilahu tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan APBD Kabupaten Serang, mengingat jumlah rumah yang masih banyak dan kondisi anggaran yang belum membaik.
Sehingga, diperlukan kolaborasi atau kerjasama dengan berbagai pihak, baik dari Pemprov Banten, pemerintah pusat, dan lain sebagainya.
BACA JUGA: Perkonindo dan DPRKP Siap Jalin Kemitraan
“Dengan penerapan satu data penanganan RTLH ini sangat diperlukan, karena dari kementerian pun menunggu satu data ini, supaya ketika ada anggaran itu merujuk ke data yang sama. Kita juga harus bekerjasama, supaya jumlah RLTH yang baru ini dapat selesai semuanya,” ujarnya.











