Martha menambahkan, penutupan u-turn tersebut dilakukan untuk mengurai atau mengurangi kemacetan. Namun, setelah dibuka paksa oleh warga kemacetan kembali terjadi.
“Mau dipermanenkan tapi, untuk sementara pakai berrier beton dulu,” tambahnya.
Menurutnya, dahulu u-turn ditutup menggunakan barrier beton namun, diangkat oleh warga dan pihaknya akan melakukan evaluasi lagi karena, penutupan permanen memerlukan anggaran.
“Anggaran ini diperlukan oleh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) untuk pembuatan median, sedangkan taman atau tanamannya menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.
Wanita berkerudung ini mengaku, u-turn tersebut akan dipermanenkan lagi karena berdasarkan hasil kondisi lapangan lebih efektif untuk lalulintas. “Itukan salah satu yang ada hambatan disitu, kemacetan,” terangnya.
Rencananya u-turn tersebut akan mulai ditutup minggu ini dan Senin depan mulai dilakukan.










