Umi menambahkan, kurikulum Merdeka juga menyiksa para guru, mereka di bebankan oleh tugas yang harusnya tidak dilakukan saat mereka mengajar. Karena, mereka harus mengisi kegiatan mereka dibandingkan mengajar para siswa. Jadi, sangat membuat para guru terbankan.
”Kita memang tidak bisa protes mengenai kurikulum merdeka, hanya bisa kita jalani saja. Tetapi kasihan para guru yang menjalankan apalagi yang usianya tidak lagi muda, mereka kesulitan dalam memahaminya,”paparnya.
Ia menjelaskan, untuk guru yang masih muda mungkin sangat mudah dan bisa langsung bisa beradaptasi, tetapi di SDN Bakung 1 guru yang usia muda bisa di hitung jari. Karena, banyak guru yang mengabdi usianya sudah sepuh.
”Semoga, permasalahan kurikulum merdeka bisa teratasi dengan Mentri Pendidikan yang saat ini menjabat. Sehingga, para guru tidak lagi khawatir dan bingung dalam penerapan kurikulum merdeka,”tutupnya.(ran)











