“Dari melihat tadi malam saya kira belum bisa memprediksi, apakah ini realistis, lalu bisa dilakukan apa tidak? Juga belum bisa memprediksi kepemimpinan ini bisa memajukan Kota Serang atau tidak?,” ujarnya. “Jadi, menurut saya yang menjadi strategis, kalau misalnya program yang dilakukan itu memiliki multiplayer efek. Menjawab akar permasalahan di Kota Serang,” lanjutnya.
Adapun kata Usep, salah satu hal yang memfaktori tidak sesuainya debat dengan tema, karena pola pikir ketiga paslon yang tidak konsisten dalam mengeksplorasi permasalahan dari pada tema yang diberikan.
“Sehingga semua masalah ingin dijawab oleh ketiga paslon itu. Padahal tidak semua masalah bisa dijawab. Saya kira tentu harus ada fokus, yang mana secara tidak langsung akan menjawab permasalahan lain,” ungkapnya. (een)











