”Kemarin saat PPDB anak saya mau masuk ke SMPN 5 Pasar Kemis hampir saja tidak masuk pada katagori jalur zonasi, dengan alesan alamat rumah dengan jarak sekolah tidak sesuai. Tetapi, setelah saya temui kepala sekolah dan di jelaskan barulah masuk anak saya,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Selasa (22/10).
Abdullah menambahkan, dengan adanya Presiden baru dan para menterinya diharapkan bisa menuntaskan permasalahan pendidikan khususnya penerima siswa baru, karena saat penerimaan siswa baru juga banyak permainan dari pihak sekolah ataupun pihak lain yang ingin mencari keuntungan.
”Saat PPDB saya juga sempat ditawarkan oleh salah satu oknum yang mengatasnamakan sekolah, dia meminta uang lumayan agar anak saya bisa masuk ke sekolah yang di tuju. Tetapi, saya berkeyakinan bahwa anak saya masuk tanpa harus jalur belakang karena memang nilai anak saya lumayan bagus dan juga sesuai zonasi anak saya masuk,” paparnya.











