“Harapannya program ini juga menjadi proyek percontohan good agricultural practice komoditas hortikultura bagi petani di wilayah kota serang pada khususnya dan seluruh provinsi banten pada umumnya,” katanya kepada awak media.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian termasuk dalam hal pengendalian stabilisasi harga komoditas pangan khususnya defisit produksi holtikultura yang tengah dialami provinsi Banten.
Menurutnya, inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam kerangka makro ekonomi nasional yang krusial sehingga perlu dijaga dan dikendalikan karena tekanan inflasi dapat berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.
“Terjaganya inflasi Banten pada September tercatat 2,03 0/0 (yoy) atau 0,78% (ytd) merupakan hasil dari koordinasi antara Bank Indonesia Provinsi Banten dengan TPID Provinsi Banten dan TPID Provinsi Kota/Kabupaten se-Banten,” tuturnya.










