Direktur RSUD Pakuhaji dr. Hj. Umie Kulsum, tidak membantah hal tersebut. Ia mengatakan, ayah dari bocah yang tewas di tempatpun juga sudah meninggal dunia saat dievakuasi ke RSUD Pakuhaji.
“Jadi, ada dua korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan itu. Ayah bocah itu (Arjuna Ghuanteng) mengalami luka dalam di dada,” ucapnya, saat dikonfirmasi BANTENEKSPRES.O.ID, Selasa (27/8).
Di rumah duka, M Saipul Rifai, tetangga korban, mengatakan kedua jenazah dari rumah sakit langsung dibawa ke Pandeglang, kampung kelahiran korban.
“Saat ini, istri, anak pertama dan anak ketiganya juga masih di Pandeglang,” kata M Saipul Rifai, saat ditemui BANTENEKSPRES.O.ID.
Sejak Sabtu malam, lanjut M Saipul Rifai, warga tetap berinisiatif menggelar pengajian di depan rumah korban. Rencana pengajian digelar selama 7 hari.
Sebelumnya, Kanit Lantas Polsek Sepatan Ipda Junaedi menjelaskan kejadian kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Anak yang dibonceng meninggal dunia di TKP.











