“Kalau di Kelurahan Muncul ada 28 anggota redkar, padahal jumlah RT hanya 26,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak membatasi dan akan berusaha terus menambah atau merekrut anggota redkar hingga nantinya tiap RT memiliki 1 anggota redkar.
“Untuk bentuk redkar anggarannya lumayan. Kalau suda ada redkar kalau ada kebakaran gampang teratasi, kamtibmas juga berjalan aman,” terangnya.
Dohiri mengaku, bila ada masyarakat yang mau menjadi anggota redkar tetap diterima namun, yang serentak akan kembali dibentuk tahun depan.
“Anggota redkar alkita ada yang masih mahasiswa, ada 6 orang mahasiswa,” ungkapnya.
Menurutnya, dari Januari 2024 hingga saat ini diwilayahnya telah terjadi 39 kasus kebakaran. Rata-rata penyebabnya adalah karena korsleting listrik lantaran cuaca hujan.
“Kalau tahun lalu di Tangsel terjadi 93 kasus kebakaran. Di damkar itu ada kondisi cuaca panas atau elnino dan itu dapat mempengaruhi kasus kebakaran,” tutupnya.










