Siswa SDN Sudimara Barat 5 Diperiksa Giginya

Tim medis dari Puskesmas Ciledug tengah memeriksa gigi siswa SDN Sudimara Barat 5, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.

CILEDUG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Puluhan siswa SD Negeri Sudimara Barat 5 mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan berkala yang diselenggarakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026.

 

Bacaan Lainnya

Guru kelas 5 SD Negeri Sudimara Barat 5, Alan Budiman mengatakan, kegiatan program jemput bola kesehatan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas setempat ini bertujuan menanamkan kesadaran menjaga kesehatan gigi sejak usia dini serta mendeteksi secara dini masalah kesehatan gigi pada anak.

 

“Kegiatan edukasi terkait khususnya kesehatan pada gigi para siswa ini sangat efektif untuk membangun kebiasaan baik pada anak-anak. Jadi bagaimana cara menyikat gigi yang benar,” kata Alan saat dihubungi, Rabu, 28 Oktober 2026.

 

“Anak-anak juga dilakukan pemeriksaan giginya oleh tim medis yaitu oleh dokter gigi langsung. Ini sangat membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi sejak dini,” sambungnya.

 

Dikatakan Alan, pihak sekolah meng apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan dasar ini.

 

“Edukasi langsung seperti ini memberikan dampak yang sangat signifikan, karena anak-anak tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung cara merawat gigi yang benar,” ujarnya.

 

Alan memaparkan, rangkaian kegiatan diawali dengan sesi penyuluhan interaktif di dalam kelas. Petugas kesehatan Puskesmas memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta dampak buruk mengonsumsi makanan manis berlebih terhadap kesehatan gigi anak. Para siswa juga diajak untuk ikut serta mempraktikkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan alat peraga.

 

“Anak-anak sangat antusias memperagakan gerakan sikat gigi dengan arahan langsung dari tenaga medis,” katanya.

 

Alan menuturkan, kesehatan gigi dan mulut sering kali menjadi indikator penting dalam kesehatan umum anak. Masalah gigi berlubang atau nyeri gigi pada anak usia sekolah terbukti dapat mengganggu proses belajar, menurunkan nafsu makan, hingga memengaruhi tingkat kehadiran siswa di sekolah.

 

Menurutnya, pendekatan yang ramah dan komunikatif dari para petugas medis berhasil menepis rasa cemas atau takut yang kerap dirasakan sebagian anak saat hendak diperiksa giginya.

 

“Melalui pemeriksaan langsung ini, kami di pihak sekolah juga terbantu untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi anak-anak,” ujarnya.

 

Dengan adanya kegiatan preventif ini, kata Alan, pihak SD Negeri Sudimara Barat 5 berharap kesadaran menjaga kebersihan diri dapat menjadi budaya harian yang melekat pada diri setiap siswa. Ia juga menekankan bahwa peran orang tua di rumah juga sangat menentukan kesinambungan kebiasaan baik yang telah diajarkan di sekolah.

 

“Kami berharap sinergi yang baik antara pihak sekolah dan Puskesmas ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Kami juga berharap para siswa terus membiasakan menggosok gigi setiap harinya,” pungkasnya.(*)

 

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait