Hari Fisioterapi Sedunia, RSUD Tigaraksa Edukasi Lansia Pentingnya Tetap Aktif Bergerak

SOSIALISASI : RSUD Tigaraksa melakukan penyuluhan Aktivitas Fisik pada Lansia dalam rangka hari fisioterapi sedunia. Randy/Bantenekspres.co.id

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia, Tim Fisioterapi RSUD Tigaraksa menggelar penyuluhan kesehatan di Ruang Tunggu Pendaftaran RSUD Tigaraksa. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Aktivitas Fisik pada Lansia” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga tubuh tetap aktif, khususnya bagi kelompok lanjut usia.

Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga mengajak para pengunjung untuk mempraktikkan sejumlah gerakan peregangan ringan yang dapat dilakukan secara aman dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama RSUD Tigaraksa dr. Muhammad Faridzi Fikri mengatakan, aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia. Menurutnya, bertambahnya usia bukan alasan untuk menghentikan aktivitas selama dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa aktivitas fisik tetap penting dilakukan oleh lansia. Tentunya aktivitas tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing,” ujar Faridzi kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 10 September 2026.

Ia menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dapat membantu lansia mempertahankan kebugaran serta mendukung kemampuan mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa bergerak itu merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan. Tidak harus melakukan aktivitas yang berat, gerakan sederhana dan peregangan ringan juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehat,” katanya.

Menurutnya, edukasi mengenai aktivitas fisik bagi lansia perlu terus dilakukan karena masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa usia lanjut identik dengan kurang bergerak.

“Justru kita ingin mengubah pemahaman tersebut. Lansia tetap dapat melakukan aktivitas fisik selama dilakukan secara aman, bertahap dan sesuai dengan kemampuan tubuhnya,” ungkapnya.

Faridzi menambahkan, fisioterapis memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gerakan yang tepat, termasuk membantu masyarakat memahami bagaimana menjaga fungsi gerak tubuh.

“Fisioterapi bukan hanya berkaitan dengan penanganan ketika seseorang mengalami gangguan gerak. Fisioterapi juga memiliki peran dalam upaya promotif dan preventif melalui edukasi serta aktivitas fisik yang tepat,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di lingkungan rumah sakit tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang hadir.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para pengunjung mendapatkan pengetahuan baru dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terutama bagi keluarga yang memiliki orang tua atau anggota keluarga lanjut usia, agar dapat ikut memberikan dukungan untuk tetap aktif bergerak,” tuturnya.

Antusiasme pengunjung terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pengunjung mengikuti gerakan peregangan yang dipandu Tim Fisioterapi RSUD Tigaraksa sembari menyimak penjelasan mengenai manfaat aktivitas fisik bagi lansia.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kebiasaan hidup sehat. Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk menjaga kesehatan dan tetap aktif jangan sampai berkurang,” katanya.

Ia menegaskan, RSUD Tigaraksa akan terus mendorong kegiatan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Kami ingin rumah sakit tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pelayanan pengobatan, tetapi juga hadir memberikan edukasi dan mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait